TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Infografis
RI Belum Siap Integrasi Pasar Modal ASEAN
TEMPO.CO, Bogor - Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Nurhaida, menilai Bursa Efek Indonesia belum siap bergabung dalam pasar modal ASEAN. Saat ini tengah digagas integrasi pasar modal ASEAN Linkage sebagai bagian dari ASEAN Economic Community pada 2015 mendatang.
"Akhir 2013 baru kita pikirkan untuk bergabung," ujar Nurhaida, saat memberikan paparan perkembangan pasar modal kepada wartawan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 10 Desember 2011.
Menurutnya, beberapa negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, sudah menyatakan siap bergabung pada 2012 atau 2013. Indonesia masih melakukan banyak pembenahan sebelum siap bergabung. "Misalnya reformasi bisnis, siapkan data warehouse, dan lainnya," ujarnya.
Keikutsertaan dalam forum itu, menurutnya, membutuhkan waktu dan persiapan yang matang, termasuk dampaknya pada pasar modal. Sebab, hingga kini rencana itu masih dibahas.
"Setelah menggagas minimal modal kerja (MKBD), diharapkan broker kita lebih baik. Mereka mampu bersaing dengan broker dari negara lain sehingga di akhir 2013, baru kita memikirkan bergabung," kata dia.
Adanya MKBD, kata Nurhaida, mendorong transaksi emiten di Indonesia lebih efisien, pasar lebih menarik, sehingga ketika integrasi pasar modal ASEAN berlangsung, broker dari negara lain bisa melakukan transaksi di Indonesia dan sebaliknya.
Kemudian adanya cross border offering, yaitu perusahaan Indonesia bisa mengajukan penawaran di negara lain, begitu juga sebaliknya. "Makanya butuh persiapan," ujarnya.
JAYADI SUPRIADIN





