foto

REUTERS/Cheryl Ravelo

Dolar Kembali Perkasa  

TEMPO.CO, Sydney - Dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat kembali terhadap mata uang rival utamanya karena kekhawatiran diturunkannya peringkat utang negara-negara Eropa.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia di perdagangan Asia siang ini kembali naik 0,171 poin (0,22 persen) ke level 78,803. Pada penutupan perdagangan New York akhir pekan lalu indeks dolar AS melemah 0,2 poin (0,25 persen) ke level 78,632 karena adanya kesepakatan pengetatan fiskal Uni Eropa.

Analis dari RBC Capital Market, Sue Trinh, mengatakan, "Kami tidak melihat perubahan pembelian obligasi oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dalam jangka pendek. Hal ini memperkuat Standard & Poor’s akan memangkas peringkat negara-negara Eropa dalam beberapa hari mendatang,” tutur dia.

Standard & Poor’s mengatakan dapat menurunkan peringkat Austria, Belgia, Finlandia, Jerman, Belanda, serta Luksemburg satu notch (tingkat), dan dua notch untuk negara lainnya. Prancis kemungkinan yang akan mengalami penurunan peringkat lebih awal.

Hingga pukul 13:24 WIB, mata uang tunggal Uni Eropa, euro, kembali tertekan 0,0049 poin (0,36 persen) ke level US$ 1,3338, poundsterling Inggris melemah 0,0041 (0,26 persen) menjadi US$ 1,563. Demikian pula dengan yen yang terdepresiasi 0,0077 (0,01 persen) ke posisi 77,65 per dolar AS.

Melemahnya euro membuat mata uang Asia siang ini ikut terpukul. Dolar Singapura melemah 0,0034 poin (0,26 persen) menjadi 01,2963 per dolar AS, won Korea Selatan terkoreksi 0,125 poin (0,01 persen) menjadi 1.146,95 per dolar AS, peso Filipina juga terdepresiasi 0,0245 poin (0,06 persen) ke posisi 43,614 per dolar AS. Demikian pula dengan rupiah juga melemah 35 poin (0,39 persen) menjadi 9.085 per dolar AS.

MARKETWATCH|VIVA B KUSNANDAR