TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Foto Terkait
Bos BNI Percaya Indonesia Siap Hadapi Krisis
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo memastikan krisis di Eropa akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Namun kondisi perekonomian dalam negeri cukup tangguh dan mampu menghadapi krisis.
Gatot memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan tetap positif. Hingga kuartal ketiga tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 6,5 persen. Konsumsi domestik yang cukup kuat turut mendorong pertumbuhan investasi, meski sempat melambat akibat krisis global. "Tahun depan cukup positif antara 6,4-6,7 persen," katanya pada acara CEO Forum Kompas di Jakarta, Senin 12 Desember 2011.
Gatot menjelaskan krisis yang berawal tahun 2008 di Amerika Serikat ini sampai hari ini belum sepenuhnya usai. Lalu muncul krisis baru di Yunani yang merembet ke Irlandia, Portugal, Spanyol, dan Italia. Krisis yang populer disebut sebagai The Gypsy Crisis ini berdampak pada melemahnya perekonomian Amerika Serikat.
Efek berikutnya adalah melemahnya perekonomian global dengan pertumbuhan hanya empat persen. Bahkan tahun ini diperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya bisa mencapai 3,8 persen. Meski begitu di dalam negeri perekonomian akan cukup baik.
Pendorong utama perekonomian, menurut Gatot, adalah sektor perbankan. Karena sektor perbankan akan selalu mengikuti bisnis sektor riil. Sektor perbankan tahun depan akan memberi sentimen positif dunia bagi dunia usaha. "Peran perbankan masih bisa diandalkan dengan fungsi intermediasi perbankan," kata dia.
KARTIKA CANDRA





