REUTERS/David Gray
Korea Protes ke Cina atas Penikaman Warganya
TEMPO Interaktif, Seoul - Kapten nelayan Cina menikam dua petugas penjaga pantai Korea Selatan pada Senin, 12 Desember 2011. Satu orang tewas. Penikaman itu terjadi setelah kapal berbendera Cina itu mencari ikan secara ilegal di perairan Laut Kuning, Korea Selatan, yang kaya akan ikan teri dan kepiting.
Sang kapten membawa senjata tajam saat petugas mendatangi kapal bersangkutan. Ia langsung menusuk perut petugas. Korban coba diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter. Tapi, nyawanya tak tertolong.
Departemen Luar Negeri Korea Selatan memanggil Duta Besar Cina dan mengajukan protes keras kepada pemerintah Cina atas insiden itu. Padahal pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah meminta pencegahan penangkapan ikan ilegal yang bisa merusak hubungan kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Liu Weimin mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan Korea Selatan pada kasus ini. "Pihak yang berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk melarang nelayan melewati batas wilayah dan melakukan pencarian ikan secara ilegal," ujarnya.
Pekan lalu pemerintah Korea Selatan menaikkan denda yang dikenakan di kapal penangkap ikan asing yang tertangkap beroperasi di zona ekonomi eksklusif Seoul. Langkah itu diambil atas kelambatan pemerintah Cina dalam menyikapi permintaan Korea Selatan. Kondisi di lapangan, meningkatnya jumlah kapal Cina ditemukan di perairan Korea.
AP | EKO ARI





