Anggota Polisi menangkap sorang mahasiswa yang kedapatan membawa senjata tajam saat di razia seusai terjadi bentrokan antar mahasiswa di Kampus Universitas Muslim Makassar, Selasa (13/12). TEMPO/Iqbal Lubis
Foto Terkait
Saling Ejek SMS, Mahasiswa UMI Perang Samurai
TEMPO.CO, Makassar- Gara-gara saling ejek melalui pesan singkat (SMS), dua kelompok mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komputer dan Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI) terlibat bentrok. Kedua kubu dari Fakultas Teknik Industri itu, saling serang menggunakan batu serta senjata tajam jenis samurai dan golok.
Aksi anarkis kedua jurusan itu terjadi sore hari, pukul 15.15 wita saat sejumlah mahasiswa pulang. Kejadian yang memalukan itu berlangsung sekitar 30 menit dan membuat mahasiswa lain, terutama wanita ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri.
Polisi dari kesatuan Patroli Bermotor Polrestabes Makassar yang meluncur ke lokasi, menangkap dua mahasiswa, yakni Muhammad Taslim dan Karim. Dari tangan Taslim, dan Karim, polisi mengamankan sebuah golok dan samurai.
Namun kedatangan polisi, sempat tidak membuat mahasiswa menghentikan aksi saling serang. Saat ini, dua mahasiswa tersebut diamankan di Polrestabes untuk menjalani pemeriksaan. Polisi yang melakukan penyisiran di dalam kampus, menyita sejumlah ketapel dan senjata tajam.
"Penyebab pastinya belum diketahui, tapi yang pasti mereka ditahan karena kepemilikan sajam," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasiah.
Wakil Rektor III UMI Ahmad Gani mengatakan, bentrokan mahasiswa yang terjadi diduga karena adanya ketersinggungan dari kedua kelompok. Diduga, bentrokan tersebut masih merupakan ekses persoalan pekan lalu, tepatnya 6 Desember.
Bentrokan terjadi setelah ada oknum yang mengirim SMS provokatif dan mengejek. Perihal bentrokan yang terjadi, dia mengatakan tak tahu pasti, pihak mana yang lebih dulu menyerang.
"Kami sudah berulangkali coba mediasi dan damaikan mereka, tapi tetap saja bentrok. Biar polisi yang bertindak kalau soal proses hukum," ujar Ahmad.
TRI YARI KURNIAWAN





