AP/NASA
Topik
Jepang Luncurkan Satelit Mata-Mata
TEMPO.CO, TANEGASHIMA:--- Jepang meluncurkan satelit mata-mata terbaru ke orbitnya, Senin 12 Desember 2011. Satelit yang dinamai H-2A Jepang itu membawa sebuah radar pengumpul informasi yang diluncurkan jam 10 pagi dari Tanegashima Space Center, Barat Daya Jepang.
Satelit ini diluncurkan karena kekhawatiran Jepang atas program rudal nuklir Korea Utara dan untuk memantau bencana alam di Jepang. "Pemerintah membangun sebuah sistem intelijen pengumpul informasi, setelah Korea Utara meluncurkan rudalnya pada 1998 ke Pasifik melalui Jepang," ujar seorang pejabat dari Pusat Informasi Satelit Kabinet (JAXA) kepada Associate Press.
H-2A Jepang memiliki dua optik satelit yang memiliki kemampuan untuk mengambil gambar bumi dari luar angkasa, baik bumi dalam keadaan gelap, ataupun ketika bumi tertutup air. Pembuatan satelit ini diperkirakan menelan biaya sekitar Yen 39,8 miliar. Sedangkan untuk membangun landasan luncur, pemerintah Jepang menghabiskan biaya Yen 10,3 miliar.
Sebelumnyam guna melawan tekanan internasional, Korea Utara meluncurkan tiga-tahap rudal yang diberi nama Taepodong-2. Rudal itu diluncurkan pada bulan April 2009, dengan rentang perkiraan 6.700 kilometer.
Demi alasan keamanan, pemerintah Jepang menolak mengungkapkan rincian fungsi satelit. Mereka hanya menyebutkan, peluncuran itu guna mengawasi beberapa lahan yang masih dapat berkembang, setelah Jepang dihantam gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu.
Jepang pernah meluncurkan sepasang satelit mata-mata pada tahun 2003. Saat ini Jepang memiliki empat satelit pengumpul informasi yang mengudara di orbitnya, meskipun satelit-satelit itu belum sepenuhnya beroperasi.
Rencananya, tahun depan Jepang akan kembali meluncurkan Satelit yang terdiri dari kombinasi dua optik dan dua radar. Satelit ini akan bekerja melengkapi satelit-satelit Jepang yang pernah diluncurkan sebelumnya. Tokyo akan menggunakan satelit ini untuk memantau setiap tempat yang ada di planet bumi.
Cheta Nilawaty (Washington Post, Telegraph.co.uk, Kyodo News)





