foto

Anas Urbaningrum. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

Unjuk Rasa Tuntut Adili Anas dan Angelina

TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Korupsi berunjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu, 14 Desember 2011.

Mereka menuntut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Sondakh, diadili. "Kami meminta KPK atau Pengadilan Tipikor menindaklanjuti kasus korupsi ini dengan obyektif agar dapat menangkap pelaku yang lain, seperti Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh," kata Ismail, koordinator lapangan aksi.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa di gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta. Pengunjuk rasa menuntut Anas dan Angelina ikut diusut dalam kasus korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games. Ketika demonstrasi digelar, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, masih menjalani sidang sebagai terdakwa suap Rp 4,6 miliar proyek Wisma Atlet.

Ismail menjelaskan Angelina dan Anas, yang juga politikus Demokrat, punya peran besar dalam proyek itu. Dalam nota pembelaannya, Nazaruddin memang mengaku pernah diperintah Anas untuk berkoordinasi dengan Angelina Sondakh, anggota DPR Komisi X yang mengurusi soal olahraga. Ia juga mengaku pernah ikut dalam rapat di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dihadiri Andi Mallarangeng, Ketua Komisi X Mahyuddin, dan Angelina. Dalam pembicaraan tersebut, disepakati Badan Anggaran akan membuat anggaran khusus untuk proyek Hambalang.

Ismail juga mengultimatum, "Jika tuntutan kami ini tidak didengarkan, maka besok atau lusa, kami akan kembali lagi dalam jumlah massa yang lebih banyak sampai kasus ini benar-benar selesai."

AFRILIA SURYANIS