TEMPO/Puspa Perwitasari
Topik
Infografis
Bank Syariah Bakal Tumbuh Tinggi Tahun Depan
TEMPO.CO, Jakarta - Gejolak perekonomian global tak akan berpengaruh banyak pada industri perbankan syariah. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah memperkirakan bank syariah akan tetap mencatatkan angka pertumbuhan yang tinggi.
"Total pembiayaan 2012 relatif tinggi," ujar Halim dalam seminar "Outlook dan Arah Kebijakan Syariah 2012", Rabu 14 Desember 2012. Menurut catatan Halim, industri perbankan syariah bertumbuh pesat. Hingga Oktober 2011 jumlah aset bank syariah mencapai Rp 130,5 triliun atau tumbuh 47,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank sentral memperkirakan tren pertumbuhan ini akan berlanjut tahun depan. Dalam skenario pesimis, pertumbuhan kredit diprediksi sekitar 55 persen atau tumbuh menjadi Rp 165 triliun.
Sementara dalam skenario moderat, pertumbuhan bisa mencapai 60 persen atau tumbuh menjadi Rp 170 triliun. Dalam skenario optimis, Halim memperkirakan pertumbuhan mencapai 79 persen atau menjadi Rp 190 triliun.
Sementara itu untuk dana pihak ketiga (DPK) dalam skenario pesimis pertumbuhan diperkirakan antara 50-55 persen, sedangkan dalam skenario moderat bertumbuh sekitar 60-63 persen dan dalam skenario optimis mencapai 78-79 persen.
"Tidak jauh dari pertumbuhan pembiayaan," ujar Halim. Total aset diperkirakan mencapai setidaknya Rp 177 triliun, berpotensi mencapai Rp 187 triliun dalam skenario moderat dan mencapai Rp 200 triliun dalam skenario optimis.
Optimisme halim ini didasari atas belum optimalnya bisnis bank syariah karena masih baru. "2011 baru belajar berjalan," ujar dia.
MARTHA THERTINA





