foto

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Industri Komputer Asia Anjlok

TEMPO.CO, Taipei -Kinerja produsen komputer Asia melemah pada akhir tahun lantaran terpengaruh kelangkaan pasokan beberapa jenis suku cadang. Pasokan hard disk dan kartu grafis dari Thailand masih seret lantaran beberapa pabrik belum pulih setelah musibah banjir.

Kantor berita Central News Agency Taiwan melaporkan, saham pabrikan komputer besar seperti Acer, Quanta Computer, dan Pegatron Corp turun masing-masing 1,75 persen, 2,83 persen, dan 1,96 persen dalam perdagangan kemarin. Di Korea Selatan, saham Samsung Electronic dan Hynix Semiconductor juga turun 1,29 persen dan 2,02 persen. Sedangkan di Jepang, rata-rata saham perusahaan komputer dan semikonduktor anjlok hingga 3 persen. 

Perusahaan Asia rupanya terkena sentimen negatif turunnya proyeksi penjualan Intel Corporation. Intel, pemasok utama dunia untuk microchip dan beberapa komponen lain, menurunkan prediksi penjualan kuartal keempat dari US$ 15,2 miliar menjadi US$ 13,4 miliar. Margin keuntungannya pun terpangkas dari 65 persen menjadi di bawah 64 persen. 

Manajemen Intel mengatakan anjloknya penjualan terutama karena pasokan hard disk mulai langka. "Dua pekan terakhir, para pelanggan mengurangi pemesanan secara bertahap, diduga akan berlanjut hingga kuartal pertama tahun depan," kata Senior Vice President Intel Tom Kilroy seperti dikutip BBC. 

Hal ini pun mempengaruhi kinerja produsen komputer dunia. Perusahaan riset iSuppli memperkirakan penjualan komputer dunia pada kuartal I tahun depan turun dari 88 juta unit menjadi 84,2 juta unit. 

Anjloknya penjualan juga dialami produsen Asia, seperti Quanta, Acer, dan Pegatron, yang menjadi konsumen utama microchip Intel. November lalu, Quanta membukukan penjualan senilai NT$ 96,86 miliar, turun 9,7 persen dibanding Oktober dan 3,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Analis Grand Cathay Securities, Mars Hsu, mengatakan efek buruk kelangkaan hard disk diperkirakan terus berlanjut setelah kuartal pertama tahun depan. "Lesunya industri komputer dunia terus terjadi minimal hingga Maret, atau saat pasokan hard disk kembali normal," ujarnya.

FERY FIRMANSYAH