foto

Dok. TEMPO/Panca Syurkani

Indosiar : Tidak Ada Perampingan Karyawan  

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama Lie Halim, PT Indosiar Karya Media menegaskan perusahaannya tidak akan melakukan perampingan sumber daya manusia (SDM) paska akusisi oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), beberapa waktu lalu. "Tidak ada perampingan, justru malah sebaliknya perusahaan terus menunjukan pertumbuhan,"ujarnya, selepas paparan publik di Studio 5 Indosiar, Rabu, 14 Desember 2011.

Seperti diketahui, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), induk usaha SCTV, berhasil mengakuisisi saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) senilai Rp 1,107 triliun atau sekitar 84,76 persen saham Indosiar. Sementara sisanya 15,24 persen masih beredar di publik.

Setelah secara resmi menguasai kepemilikan saham mayoritas di Indosiar, perubahan manejerial perusahaan televisi swasta itu diserahkan sepenuhnya kepada direksi baru Indosiar yang telah ditunjuk oleh EMTK.

Namun dikalangan internal, santer kabar terjadinya rencana perampingan paska akusisi itu. "Sudah tau semua rencana itu,"ujar salah seorang sumber yang enggan disebut namanya.

Dalam penjelasannya, perseroan akan terus fokus meningkatlan kinerjanya ditahun mendatang. Ia mengakui sektor iklan dan infotaiment menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan. 

Lie menyatakan, bisnis media memiliki potensi pertumbuhan yang cukup menggembirakan di tanah air saat ini. Khusus Indosiar, perusahaannya akan tetap memfokuskan pada infotainment sebagai muatan utama acaranya, kemudian berita ditempat berikutnya.

"Tahun depan ada beberapa penambahan program baru,"ujar Alvin W Wiraatmadja, Direktur Keuangan PT Indosiar Karya Media, menambahkan.

Alvin menyatakan, kinerja perseroan hingga september 2011 berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 110 miliar atau naik hingga 310,95 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Begitu pun market perusahaan tumbuh hingga 60 persen."Rata-rata dua digit kenaikannya,"ujarnya.

Ia menambahkan setelah dikuasai EMTK, kinerja perseroan terus menunjukan signifikan. Hingga September 2011, tercatat perseroan berhasil meningkatkan pendapatan bersih sebesar Rp 639 miliar atau naik 5,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Laba kotor turun 18,44 persen menjadi Rp 266 miliar, laba usaha turun 24,22 persen menjadi 116 miliar, sementara laba bersih naik tajam hingga 310, 95 persen atau menjadi Rp 110 miliar.

Namun saat ditanya mengenai belanja modal (capex) yang akan dipersiapkan untuk tahun depan. Perseroan enggan menjelaskannya. "Sedang dalam pembahasan internal,"kata dia singkat.

Hingga bulan sembilan 2011, kas perseroan mengalami kenaikan 132,41 persen menjadi Rp 59 miliar dibanding tahun lalu pada periode yang sama dikisaran Rp 25 miliar. Sementara total aset naik 15,58 persen menjadi Rp 1.1 triliun, sedangkan ekuitas naik 14.20 persen menjadi Rp 341 miliar.

JAYADI SUPRIADIN