AP/Aaron Favila
Topik
Ketua Mahkamah Agung Filipina Dimakzulkan
TEMPO.CO, Jakarta:- Sebanyak 188 anggota Kongres Filipina yang tergabung dalam koalisi partai politik memakzulkan Ketua Mahkamah Agung Renato Corona. Kongres menilai Corona telah mencederai kepercayaan publik dengan menyalahgunakan kekuasaan, menerima suap, dan melakukan korupsi dalam kasus korupsi mantan presiden Gloria Macapagal-Arroyo.
"Ini sangat penting, sungguh-sungguh, dan bersejarah," kata juru bicara parlemen Filipina, Feliciano Belmonte, setelah pernyataan tertulis tentang pemakzulan Corona disampaikan oleh anggota Kongres. "Kami menyadari bobot keputusan ini," Belmonte menambahkan.
Koalisi partai yang menandatangani pemakzulan Corona meliputi partai berkuasa, Partai Liberal, Partai Persatuan Nasional, serta Partai Nacionalista.
Presiden Filipina Benigno Aquino III mengucapkan terima kasih kepada Kongres atas pemakzulan Corona. "Maraming maraming salamat po (terima kasih banyak)," kata dia, Selasa 13 Desember 2011.Menurut Aquino, tim jaksa yang beranggotakan 11 orang akan dibentuk hari ini.
Setelah memilih diam selama seminggu sejak isu pemakzulan disuarakan oleh Aquino, Corona kemarin angkat bicara. "Diamnya saya tak lebih daripada hati-hati dan sabar. Seorang pun jangan salah mengerti bahwa diamnya saya sebagai tanda kelemahan," ujarnya.
Corona mengatakan telah mempersiapkan langkah untuk melakukan perlawanan dalam waktu dekat ini. Dan dia menolak mundur dari jabatannya.
Bulan lalu, Mahkamah Agung mencabut larangan terbang terhadap Arroyo, 64 tahun. Arroyo saat itu dalam status tahanan dan dirawat di rumah sakit. Setelah larangan terbang dicabut, Arroyo dan suaminya berusaha meninggalkan Filipina. Namun Menteri Kehakiman melawan perintah Mahkamah Agung dan memerintahkan petugas bandara menghentikan Arroyo dan suaminya.
INQUIRER | PHILIPPINE STAR | IRRAWADDY | MARIA RITA





