foto

Adang Daradjatun memperlihatkan foto dirinya bersama istrinya Nunun Nurbaeti (tengah) dan Miranda Goeltom (kanan). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Adang Pun Bakal Diperiksa Soal Nunun

TEMPO.CO, Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi mengisyaratkan bakal memeriksa Adang Daradjatun dalam kasus korupsi yang menjerat istrinya, Nunun Nurbaetie. Menurut KPK, Adang akan dimintai keterangan karena dianggap mengetahui kasus cek pelawat itu. "Semua yang tahu informasi itu akan dimintai keterangan," kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto di kantornya. Kamis 15 Desember 2011.



Nunun ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Februari lalu dalam kasus pemberian cek pelawat yang diduga berkaitan dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.



Pemilihan itu dimenangi Miranda Swaray Goeltom. Nunun diduga kuat berperan menyebarkan 480 lembar cek pelawat bernilai Rp 24 miliar kepada puluhan anggota Dewan periode 1999-2004. Dalam kasus cek pelawat, KPK menetapkan 30 tersangka dari anggota DPR periode 1999-2004. Sebagian besar di antaranya telah divonis bersalah.

Nunun sempat menjadi buron selama hampir setahun. Pada Rabu pekan lalu, istri mantan Wakil Kepala Polri itu ditangkap di Thailand oleh kepolisian setempat dan dibawa ke Jakarta pada Minggu lalu. Padahal selama ini dia dikabarkan berobat ke Singapura karena sakit lupa.

Sehari setelah istrinya tertangkap, Adang dalam keterangan pers di rumahnya membeberkan dugaan keterlibatan Miranda dalam kasus cek pelawat. Dia bahkan menyebutkan Miranda adalah motivator dalam pemberian cek pelawat kepada anggota Dewan itu. Atas informasi ini, KPK akan meminta keterangan Adang. "Mudah-mudahan (akan dimintai keterangan)," kata Bibit.

Adapun Adang menyatakan siap diperiksa. Anggota Komisi Hukum DPR ini juga membantah jika dikatakan bahwa dia melindungi Nunun. Dia kembali menegaskan siap bertanggung jawab jika memang penegak hukum menemukan bukti ini. "Saya melindungi apa? Silakan, saya enggak takut," ujarnya.

Adang juga mengaku pernah mengunjungi Thailand pada awal 2010. Menurut dia, kepergiannya ke negeri gajah putih itu untuk mengunjungi kantor Sekretariat Federasi Angkat Besi se-ASEAN. "Kalau ke Thailand mungkin saja. Saya kan sekarang Presiden Angkat Besi se-ASEAN. Kantor Sekretariat Angkat Besi ASEAN di Bangkok," ujarnya.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Muhammad Hatta, mengatakan Adang, suami tersangka suap Nunun Nurbaetie, berada di Thailand sekitar awal 2010. Sedangkan Nunun masuk ke Thailand pada September-Oktober 2010. "Jauh sebelum Ibu Nunun masuk ke sini," kata Hatta.



Namun, menurut sumber Tempo, selama dalam pelarian di Thailand, Nunun beberapa kali ditemui anak-anaknya. "Itu terlihat dari catatan imigrasi." Saat ditegaskan apakah keberangkatannya ke Thailand itu untuk mempersiapkan kedatangan Nunun ke Thailand, Adang mengelak. "Itu urusan saya. Itu pribadi," ujarnya.

l RUSMAN PARAQBUEQ | FEBRIYAN