Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Menteri Agus Berharap Investasi Infrastruktur Naik
TEMPO.CO, Nusa Dua - Pemerintah berharap arus modal yang masuk ke Indonesia merambah sektor infrastruktur dan manufaktur. "Kami melihat dana awal hanya ke portofolio. Kami harap ke depan masuk ke sektor riil," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo pada jumpa wartawan di sela-sela seminar internasional Transforming Capital Inflow Into Real Investment Through Sound Fiscal Policy di Nusa Dua, Jumat, 16 Desember 2011.
Indonesia memperoleh peringkat investasi (investment grade) dari salah satu lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating. Predikat ini bisa menjadi pertimbangan pemilik modal asing untuk menempatkan dananya di Indonesia.
Lebih lanjut Agus mengatakan alasan untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur karena memang paling dibutuhkan Indonesia. Dengan begitu bisa mendukung kegiatan ekonomi. "Infrastruktur meyakinkan ekonomi tumbuh dengan baik, sehat, dan berkelanjutan," kata dia.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini mencapai Rp 1.300 triliun dan Rp 1.400 trililun pada 2012. "Namun alokasi untuk infrastruktur terbatas," kata dia. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam mengembangkan infrastruktur.
Sebelumnya Fitch Rating menaikkan peringkat sovereign Indonesia untuk foreign currency long-term senior debt pada BBB, dengan outlook stable. Peringkat naik dari sebelumnya yang hanya BB+.
Direktur Fitch Asia pasific, Philip McNicholas, menuturkan kenaikan peringkat kali ini berdasarkan peningkatan kinerja ekonomi, likuiditas eksternal lebih kuat. Selain itu Fitch juga melihat adanya rasio public debt yang rendah dengan tren menurun serta kebijakan makro yang hati-hati.
Kinerja ekonomi Indonesia yang baik dalam beberapa tahun terakhir sudah berhasil menarik arus masuk modal. Di antaranya terbagi ke dalam pasar modal, pasar obligasi, dan pasar uang. Arus masuk modal ke Indonesia meningkat secara signifikan dari US$ 2,7 miliar pada 2006 menjadi US$ 26,2 miliar pada 2010.
Hingga kuartal ketiga 2011, arus modal yang masuk ke Indonesia telah mencapai US$ 16,1 miliar. Sebagian besar arus modal tersebut berbentuk investasi angka pendek portofolio. Investasi portofolio akan menghasilkan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian apabila berubah menjadi investasi riil, seperti proyek infrastruktur.
EKA UTAMI APRILIA





