foto

TEMPO/Nurdiansah

Penyaluran Beras Murah Kembali Dilakukan

TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 26.274 keluarga miskin di Kota Malang segera mendapatkan jatah beras murah setelah terhenti penyalurannya Oktober 2011 lalu. "Paling lambat pekan depan mulai kami salurkan," kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Malang, Djarot Edi Sulistyono, Jum’at, 16 Desember 2011.

Penghentian penyaluran beras murah kepada keluarga miskin setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Timur Soekarwo agar Badan Urusan Logistik di seluruh daerah di Jawa Timur tidak menggunakan beras impor untuk program beras murah. Soekarwo saat itu sedang gencar melarang beras impor masuk ke daerahnya. Namun pada saat bersamaan stok beras lokal di gudang Bulog terbatas.

Menurut Djarot, beras yang akan disalurkan bukan beras impor melainkan beras yang didatangkan dari Sulawesi Selatan.

Penyaluran beras murah dilakukan untuk jatah tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember. Setiap keluarga yang setiap bulan mendapatkan jatah 15 kilogram dengan harga Rp 1.600 per kilogram, langsung dirapel sebanyak 45 kilogram.

Kepala Bulog Sub Divisi Regional Malang, Awaluddin Iqbal, menjelaskan saat ini persediaan beras lokal sebanyak 16 ribu ton. Beras untuk program beras murah itu disimpan di gudang Bulog di Malang dan Pasuruan. "Beras berasal dari Bondowoso dan Sulawesi Selatan," ujarnya.

Selain untuk keluarga miskin di Kota Malang, juga akan disalurkan untuk keluarga miskin di Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Rata-rata kebutuhan setiap bulan mencapai 5 ribu ton.

EKO WIDIANTO