Sejumlah warga berjalan melewati jalan raya Wonosobo-Dieng-Banjarnegara yang ambrol, akibat longsor di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah (28/2). Foto: ANTARA/Anis Efizudin
Topik
Longsor dan Banjir Bandang Landa Wonosobo
TEMPO.CO, WONOSOBO -Longsor hebat dan banjir bandang melanda Dusun Ngesong, Desa Sitieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad Ahad, 18 Desember 2011. Peristiwa yang berlangsung pukul 13.30 WIB itu menewaskan satu warga, sementara 10 orang dikabarkan hilang dan masih dicari keberadaannya.
Peristiwa terjadi setelah hujan menguyur Gunung Pakuwojo dan sektar kawasan itu seharian. "Curah hujan yang deras menyebabkan banjir dan longsor," kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Ahad malam.
Bagian dari gunung itu akhirnya longsor. Dan longsorannya, menurut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo, masuk ke Sungai Ngesong. Akibatnya, sungai meluap dan membuat Dusun Sidorejo RT 01 dan 02 RW VIII Desa Sitieng luluh lantak diterjang banjir lumpur. " Korban tewas diketahui bernama Triani yang sedang mengandung 8 bulan, istri dari Akhul Muslim" ujarnya.
Selain itu, 10 orang warga terbawa banjir dan hingga saat ini belum ditemukan. Korban lainnya, enam orang mengalami luka berat dan lima lainnya mengalami luka ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo, menambahkan, sebanyak 13 rumah mengalami rusak berat dan tak bisa ditinggali lagi. “Tujuh rumah tak berpenghuni juga terbawa banjir serta satu TPQ juga hancur,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini ada 183 kepala keluarga terpaksa mengungsi atau sekitar 627 jiwa. Mereka ditempatkan dib alai desa Sitieng, hunian sementara dan Balai Desa Sureng Gede.
Saat ini, kata dia, pemerintah bersama aparat kepolisian dan tentara masih melakukan pencarian korban hilang. Pencarian difokuskan di Sungai Serayu karena aliran banjir bermuara ke sungai itu.
Bupati Wonosobo, Kholiq Arief mengatakan, pemerintah sudah mengirimkan bantuan darurat untuk pengungsi. “Makanan, pakaian dan obat-obatan sudah kami kirimkan,” katanya.
Menurutnya, untuk esok hari, pengungsi sangat membutuhkan pakaian hangat, makanan, dan selimut. Ia menambhakna, pencarian akan dilakukan hingga korban hilang ditemukan.
Rencananya, BNPB akan mengirim logistik dan peralatan ke lokasi bencana malam ini. Sementara upaya penanganan bencana sejauh ini masih terkendala hujan dan gelap malam hari. "Saat ini masih terjadi hujan," ujar Sutopo.
ARIS ANDRIANTO | ROFFIUDIN | PRIHANDOKO





