Topik
Wartawan ''Tempo'' Raih ''Media Award 2011'' Lingkungan Hidup
TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan Tempo Untung Widyanto menyabet penghargaan Media Award 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui tulisannya yang berjudul "Bergandeng Selamatkan si Belang", Untung memenangi kategori penulisan Feature Terbaik tentang isu keanekaragaman hayati.
Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya dalam acara Media Award 2011 dan Peluncuran Status Lingkungan Hidup Indonesia 2011 di Hotel Mulia, Senayan, Senin 19 Desember 2011.
Bersama Untung di kategori Feature Terbaik, ada M. Kurniawan dan Cornelius Helmy yang menulis "Ikan-ikan pun Kalah di Citarum", serta Lukas Adi Prasetyo melalui tulisannya "Paru-paru Dunia yang Tersisa". Ketiganya adalah wartawan Kompas.
Di kategori surat kabar terbanyak menulis berita ligkungan hidup dan keanekagaraman hayati diraih oleh Kompas, dengan raihan 831 dari 3.434 berita tentang lingkungan dan keanekaragaman hayati. Adapun kategori wartawan menulis terbanyak isu lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati diberikan kepada Ichwan H. dari Kompas, Fidelis E. Sastriastanti dari Jakarta Globe, dan Sulung Prasetyo dari Sinar Harapan.
"Penanganan masalah lingkungan memang bukan persoalan mudah. Segala pihak harus terlibat dan terus digerakkan, termasuk kampanye-kampanye cinta lingkungan yang dilakukan wartawan melalui pemberitaan," ujar Kambuaya dalam pidato sambutannya.
Penganugerahan Media Award 2011 diberikan kepada lembaga pers dengan dasar hasil monitoring dan evaluasi terhadap jumlah pemberitaan isu lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Media Award diberikan juga kepada wartawan sebagai profesi individu untuk kegigihan dan dedikasinya dalam menulis berita lingkungan hidup.
Anugerah kepada wartawan dilakukan dengan melakukan monitoring terhadap jumlah tulisan serta evaluasi dari kajian jurnalistik terhadap tulisan feature. Monitoring dilakukan dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2011.
Ada 11 media cetak nasional yang ikut dalam penilaian, yaitu Koran Tempo, Kompas, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Indo Pos, Republika, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Jakarta Globe, dan Rakyat Merdeka.
Pemilihan tema keanekaragaman hayati tahun ini didasari oleh Indonesia sebagai negara kedua di dunia yang kaya akan keanekaragaman hayati; Indonesia tahun ini menandatangani Protokol Nagoya; dan memasyarakatkan isu kenanekaragaman hayati yang sampai saat ini masih relatif sedikit dibandingkan isu-isu lingkungan lainnya.
MAHARDIKA SATRIA HADI





