foto

Tersangka Kasus Suap Dewan Gubernur Indonesia, Nunun Nurbaeti dijemput petugas KPK dari Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur (12/12). TEMPO/ Amston Probel

RS Polri: KPK Silakan Jemput Nunun  

TEMPO.CO, Jakarta - Tim dokter Rumah Sakit Polri mengumumkan kondisi terakhir Nunun Nurbaetie pascapemeriksaan. Secara keseluruhan, tim dokter menyebut tersangka kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu membaik. "Secara medis, bisa menjalani penyelidikan," kata Kepala Rumah Sakit Polri Budi Siswanto dalam jumpa pers di RS Polri, Senin, 19 Desember 2011. "KPK silakan jemput,"

Budi juga menegaskan, Nunun sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap. Gangguan kesehatan Nunun juga dianggap tidak gawat. "Hanya berada di tingkat rendah dan sedang." ujarnya. "Yang kelas, kondisinya jauh lebih baik dibanding minggu lalu," ujar Budi.

Selama diperiksa, Nunun juga sangat kooperatif. Ia bisa mengenali identitas dirinya. "Namun, ia kesulitan bila menjelaskan permasalahan yang sedang dihadapi," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, tim dokter menemukan beberapa gangguan medis dalam diri Nunun, antara lain dementia ringan, vertigo, tekanan darah yang naik turun, dan gangguan jantung. Menurut Budi, gangguan-gangguan tersebut disebabkan oleh tingkat kecemasan yang berlebih. “Namun, secara umum kondisi psikologisnya baik," ujarnya.

Hanya saja, Nunun kesulitan saat diminta menyebutkan kembali benda-benda yang sebelumnya disebutkan dokter.  "Ibu hanya dapat mengulang satu atau dua saja dari tiga benda," kata dokter Joko, salah satu anggota tim dokter spesialis saraf.

Menurut Budi Siswanto, kondisi Nunun ini dikarenakan ia sedang dilanda kecemasan tingkat tinggi. Nunun bahkan belum bisa banyak diajak bicara mengenai masalah yang sedang dialaminya karena penurunan fungsi otak.

Penurunan itu, kata Budi,  disebabkan oleh stroke ringan yang menyerang Nunun pada 2009. Namun secara umum, kondisi psikologis Nunun sudah baik dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi bisa melanjutkan pemeriksaan terhadap istri mantan Wakapolri Adang Dorodjatun itu. "Hanya saja kadang suka terjadi inkonsistensi saat ia bicara," katanya.

Nunun Nurbaetie merupakan tersangka kasus cek perjalanan pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia. Pemilihan ini dimenangkan oleh Miranda Swaray Goeltom. Nunun diduga berperan menyebarkan cek sebanyak 480 lembar senilai Rp 24 miliar kepada puluhan anggota DPR periode 1999-2004. Sebagian dari anggota DPR ini sudah dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan.

Nunun ditangkap Kepolisian Thailand pada Rabu lalu di salah satu rumah kontrakan di Bangkok. Kemudian Kepolisian Thailand menginformasikan ke KPK. Singkat cerita, KPK mengirim dua tim ke Bangkok beranggotakan 11 orang. Serah-terima Nunun dari Kepolisian Thailand ke KPK dilakukan pada Sabtu siang di pesawat Garuda di Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok. (Lihat Beginilah Penangkapan Nunun di Bangkok Versi KPK)

Nunun dibawa pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 867 pada pukul 14.30 waktu Bangkok. Kemudian tiba di Bandara Soerkarno-Hatta pada pukul 17.45 WIB. Sempat menghuni salah satu sel di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Nunun dilarikan ke rumah sakit ketika mau diperiksa KPK

Dia lalu dirawat di Ruangan Cendrawasih, Rumah Sakit Kramat Jati. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan, Nunun dirawat di ruangan kelas ekonomi. Adapun Ina Rachman mengatakan, ruangan perawatan Nunun tetap sama dengan sebelumnya. "Masih di ruang yang sama ketika pertama kali masuk," katanya.

Johan Budi mengatakan, karena sakit, Nunun kemudian dibantarkan selama sepekan. "Perlu dirawat inap paling tidak sampai pekan depan. Kalau sampai pekan depan masih dirawat, ya kita bantarkan lagi," kata Johan.


MOHAMMAD ANDI PERDANA