Applebee''s. interbrand.com
Topik
16 Waralaba AS Dicurigai Ilegal
TEMPO.CO, Jakarta:- Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Amir Karamoy mencurigai 16 waralaba Amerika Serikat yang berencana masuk ke Indonesia ilegal. Sebab, hingga kini belum ada surat referensi dari atase perdagangan, baik dari Amerika maupun Indonesia, terkait dengan waralaba tersebut.
Padahal surat referensi merupakan salah satu syarat masuknya waralaba asing ke Indonesia. Pernyataan Amir ini menanggapi rencana belasan waralaba yang difasilitasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu beberapa waktu lalu.
Sebanyak 14 dari 16 perusahaan waralaba itu berupa perusahaan makanan dan minuman, yaitu Applebee''s, Denny''s, Johnny Rockets, Carvel Ice Cream, Cinnabon, Schlotzsky''s, Moe''s Southwest Grill, Great American Cookies, Marble Slab Creamery, Pretzelmaker, Pollo Tropical, Rita''s Italian Ice, Which Wich, Wing Zone.
Sedangkan dua perusahaan waralaba lainnya bergerak di luar industri makanan, yakni Crestcom (waralaba pelatihan kepemimpinan) dan The Vitamin Shoppe.
Kecurigaan Amir juga bermula dari fakta bahwa perusahaan waralaba asing tersebut belum melapor kepada Kementerian Perdagangan sebagai otoritas yang menangani perizinan waralaba. "Dua hari sebelum kedatangan investor asing itu, Kementerian Perdagangan menelepon saya menanyakan kebenaran kedatangan para investor itu. Saya jadi heran, kenapa Kementerian malah tidak tahu," katanya pada Tempo, akhir pekan lalu.
Hal itu senada dengan pernyataan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo. Hingga kini perwakilan dari 16 investor itu belum ada yang melapor ke Kementerian. "Sampai saat ini mereka belum mengajukan apa pun ke kami. Barangkali masih penjajakan," katanya.
Lebih jauh Amir berharap nantinya 16 waralaba tersebut mematuhi aturan main di dalam negeri, yang salah satunya memegang prinsip untuk membuka franchised outlet dengan sistem kepemilikan. Artinya, bukan company owned outlet, yaitu pembukaan cabang milik investor.
AYU PRIMA SANDI





