foto

TEMPO/Ishomuddin

Perhutani Bangun Tiga Pabrik Rp 700 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - Perum Perhutani membangun tiga pabrik dengan investasi senilai Rp 700 miliar tahun ini. Ekspansi perusahaan kehutanan pelat merah ini dibiayai kredit bank pemerintah.

Tiga pabrik tersebut rencananya mulai dibangun tahun depan. Ketiganya yakni pabrik pengolahan derivatif gondorukem dan terpenting di Pemalang seluas 2,5 hektare, pabrik plywood di Kediri seluas 8,3 hektare, serta pabrik furnitur patungan dengan jaringan usaha asal Belgia.

Menurut Direktur Utama Perhutani Bambang Sukmananto, investasi ini merupakan ekspansi usaha perseroan pertama yang dibiayai kredit perbankan. Untuk pembiayaan, Perhutani bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Selain itu, pembangunan ketiga pabrik ini dinilai bisa meningkatkan nilai tambah hasil hutan yang diproduksi masyarakat. “Daripada hasil hutan diijon, lebih baik kami bantu meningkatkan nilai tambahnya agar bisa diekspor,” kata dia di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Senin, 19 Desember 2011.

Direktur Industri Perhutani Heru Siswanto mencontohkan nilai tambah yang dihasilkan kayu olahan plywood bisa mencapai Rp 40 miliar. Lebih tinggi dibandingkan ekspor kayu sengon mentah, bahan plywood, yang bernilai Rp 28 miliar. Rencananya, 70 persen produk ketiga pabrik ini akan diekspor, sedangkan sisanya dipasarkan di dalam negeri. “Jepang sudah mengajukan permintaan jangka panjang,” ujarnya.

Tahun ini, keuntungan Perhutani diproyeksikan mencapai Rp 400 miliar. Naik dibanding tahun lalu yang mencapai 325 miliar. Direktur Keuangan Perhutani A.N.S. Kosasih menyatakan, tahun depan, proyeksi keuntungan perseroan minimal sama dengan tahun ini.

GADI MAKITAN