Peresmian outlet Karunia Motor Daihatsu di Surabaya. (Dok. ADM)
Topik
Foto Terkait
Astra Cemaskan Dampak Krisis Eropa
TEMPO.CO, Bandung - Sebagai salah satu perusahaan otomotif, PT Astra Internasional Tbk mulai khawatir krisis Eropa akan merambat ke Indonesia dan menurunkan kinerja industri otomotif.
Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto memaparkan tidak ada negara yang kebal terhadap krisis ekonomi yang melanda sebagian wilayah dunia. India yang disebut-sebut kebal saja ternyata terkena dampak krisis. "Bulan lalu, manufaktur India jatuh," kata Prijono, Senin, 19 Desember 2011.
Ia memprediksi Indonesia juga bakal terkena dampak krisis ekonomi tersebut. Hanya, seberapa besar dampak yang akan terasa, belum diketahui secara pasti. Dampak yang mulai terasa bagi industri otomotif adalah pada saat mencari dana untuk pembiayaan operasional.
"Pembiayaan kami butuh pemberi modal (untuk kegiatan Astra). Dalam beberapa bulan, pemberi modal dari luar ini seret," tuturnya. Untuk menghindari penurunan keadaan ekonomi yang tajam, saat ini yang paling dibutuhkan adalah peran pemerintah dalam menerapkan kebijakan yang ramah terhadap investor.
Apabila terdapat jaminan dan kondisi investasi dalam negeri yang tetap menjanjikan, dipastikan industri otomotif akan mampu bertahan, bahkan naik. Pasar otomotif di Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang pesat. Pasalnya, data menunjukkan tingkat persentase penduduk kelas menengah terus melonjak.
"Saat ini saja sudah 56 persen, dalam beberapa tahun akan menjadi 63 persen. Pasar ini sangat menjanjikan," kata dia.
Setidaknya, saat ini sudah ada kabar baik untuk kondisi perekonomian. Pertama, dengan masuknya Indonesia ke dalam level layak investasi (investment grade) setelah Fitch menaikkan peringkat utang Indonesia satu notch menjadi BBB--dari posisi sebelumnya BB+--dengan prospek stabil. Selain itu, Undang-Undang Pembebasan Lahan yang baru saja disahkan juga dinilai dapat mendorong iklim investasi.
Penerapan bunga yang rendah serta cadangan devisa yang cukup besar juga dinilai menjadi harapan bagi kalangan pengusaha agar dampak krisis ekonomi Eropa tidak terlalu besar. "Kita berdoa, mudah-mudahan bisa bertahan," tutur Prijono.
GUSTIDHA BUDIARTIE





