foto

Pekerja Pertamina GeothermaL Energy saat melakukan pengecekan di lokasi sumur produksi Kamojang 57, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11). PT PGE saat ini telah berhasil membangkitkan listrik sebesar 272 MWe dan berencana untuk meningkatkan target membangkitkan 1.342 MWe pada tahun 2014 dalam menunjang pemenuhan kebutuhan energi nasional. TEMPO/Imam Sukamto

Pertamina Targetkan Produksi Migas 532,7 Ribu BOED

TEMPO.CO, Jakarta -Pada tahun depan, PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi minyak dan gas dapat mencapai 532,7 ribu barel oil equivalent per day (BOED). "Target minyak dan gas ini meningkat 14,5 persen dari realisasi 2011 sebesar 465,3 ribu BOED," ujar Mochamad Harun, Vice President Corporate Communications Pertamina, di kantornya, Senin 19 Desember 2011. 

Harun mengatakan, target itu terdiri dari produksi minyak sebesar 244 ribu barel per hari (BOPD) yang tumbuh dari target pencapaian produksi minyak di tahun ini sebesar 196,8 BOPD. 

Selain itu, kata dia, produksi gas ditargetkan pada tahun depan sebesar 1.672 juta kaki kubik feet per dayu (MMSCFD). Ini naik dibandingkan pencapaian produksi gas tahun ini sebesar 1.555 MMSCFD. 



Tahun depan, harga minyak diprediksi akan stabil. Sedangkan perusahaan akan tetap mengikuti harga asumsi yang tertera di Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012. "Ada di kisaran US$ 90 per barel," ujarnya. 



Produksi panas bumi tahun depan ditargetkan dapat mencapai 2.364 giga watt hour (GWH) atau naik 8 persen dibandingkan pencapaian pada tahun ini sebesar 2.188 GWH. Sementara produksi panas bumi tahun ini meningkat 103,5 persen dari pencapaian produksi 2010. 

Sedangkan untuk bisnis hilir, perusahaan minyak pelat merah itu menargetkan penjualan pelumas sebesar 596 ribu kiloliter di tahun depan. Ini meningkat 5,4 persen dibandingkan target penjualan tahun ini yang mencapai 565.430 kiloliter. 

Penjualan BBM Retail Non PSO tahun depan pun diprediksi meningkat hingga 1,7 juta kiloliter. Ini meningkat 21 persen dibandingkan prognosa penjualan tahun ini sebesar 1,4 juta kiloliter. 


Sementara itu, penjualan BBM Industri dan Marine tahun ini mencapai 11,8 juta kiloliter naik 103 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan BBM. Aviasi menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 3,38 juta kiloliter atau naik 109 persen dari pencapaian tahun lalu. 


SUTJI DECILYA