foto

Ilustrasi Mass Rapid Transport (MRT). Wikimedia.org

Singapura Selidiki Gangguan Masif Kereta Api

TEMPO.CO, Singapura - Pejabat berwenang Transportasi Darat (The Land Transport Authority) Singapura mulai menyelidiki gangguan berskala masif pada sejumlah jalur kereta api (mass rapid transit/MRT) sejak pekan lalu yang mengalami perlambatan kecepatan.

Temuan awal dari inspeksi gabungan yang akan dilanjutkan ke penyelidikan antara lain terjadi kerusakan pada rel ketiga yang menyuplai bahan bakar ke kereta api. Alat yang digunakan untuk mengamankan rel ketiga untuk mendukung struktur telah tercopot atau terjatuh.

Biasanya hal ini ditemukan pada bagian terowongan yang struktur lempengannya mengambang. Juru bicara LTA mengatakan hal ini mengakibatkan terjadinya kemunduran frekuensi kereta api saat jam-jam sibuk.

Selama penyelidikan, menurut petugas, jalur kereta api utara-selatan dan timur-barat akan mengalami perlambatan kecepatan 40 kilometer per jam. Petugas akan menyediakan bus untuk mengatasi masalah ini.

Partai Pekerja menyatakan perhatiannya yang mendalam mengenai gangguan frekuensi layanan MRT. Lewat situs jejaring sosial Facebook kemarin, Partai Pekerja terkejut oleh skala kerusakan layanan antara Stasiun MRT Marina Bay dan Stasiun Braddell pada Kamis malam pekan lalu.

Partai ini mencermati bahwa gangguan tersebut merefleksikan masalah mendalam mengenai gangguan infrastruktur dan teknis pada dua jalur MRT. Masalah lainnya adalah investasi yang tidak memadai untuk perawatan dan peningkatan, mengingat sistem MRT selama 10 tahun terakhir mengalami tekanan berat sehubungan dengan meningkatnya jumlah populasi dan penumpang.

ASIA ONE | CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA