TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Tempo Siapkan Belanja Modal Rp 55 Miliar
TEMPO.CO, Jakarta - PT Tempo Inti Media Tbk menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 55 miliar sepanjang tahun 2012. Belanja modal itu rencananya akan digunakan untuk investasi pembangunan gedung kantor dan pembelian mesin cetak baru.
"Capex tahun depan diperkirakan sebesar Rp 55 miliar," ujar Presiden Direktur Tempo Bambang Harymurti seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tempo di Temprint, Palmerah, Jakarta, Selasa, 20 Desember 2011.
Bambang Harymurti mengatakan sebanyak Rp 40 miliar dari belanja modal itu dialokasikan untuk pembangunan gedung. Sebanyak Rp 8 miliar untuk pembelian mesin cetak baru dan sisanya untuk melakukan pemeliharaan mesin-mesin cetak yang telah dimiliki Tempo.
Pendanaan belanja modal ini, menurut Bambang, nantinya sebesar 45,5 persen berasal dari kas internal dan selebihnya utang ke perbankan. "Saat ini kami melakukan pinjaman dengan Bank Mandiri," katanya.
Untuk realisasi capex tahun ini, menurutnya, telah terpakai untuk pembelian mesin cetak bermerek Global dari Amerika Serikat seharga Rp 30 miliar. Sedangkan untuk pembangunan gedung, Tempo telah mengeluarkan capex sebesar Rp 8 miliar. "Jadi, kemungkinan capex sebesar Rp 40 miliar sudah terpakai seluruhnya," katanya.
Ke depannya, Bambang melanjutkan, perusahaan juga akan menambah produk yang dihasilkan, yaitu dengan bekerja sama dengan pihak lain. "Misalnya seperti Travelounge yang akan diperluas. Tidak hanya bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II, tetapi juga dengan PT Angkasa Pura I," kata dia.
Tempo juga akan bekerja sama dengan sejumlah komunitas dan universitas terkemuka di Indonesia ke depannya. "Kami akan bekerja sama dengan Komunitas Harley Davidson. Selain itu, kami juga akan membuat majalah komunitas untuk Universitas Indonesia dan Universitas Terbuka," ujar Bambang.
Perusahaan juga akan menggenjot usahanya di bidang penyiaran, Tempo TV, pada tahun depan. Sebulan lalu, kata Bambang, Tempo TV yang memiliki 50 rekanan televisi lokal itu telah memulai penayangannya di televisi berbayar, Aora TV. "Kami sudah soft launching bulan lalu," katanya.
SUTJI DECILYA





