foto

Pesawat Sriwijaya Air tergelincir di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, (20/12). ANTARA/Noveradika

Badan Sriwijaya Air Digeser dengan Balon

TEMPO.CO, Yogyakarta - Evakuasi pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir di ujung luar landasan Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, dilaksanakan dengan menggunakan alat sulfate pheneumatic elevator. Alat itu seperti karet balon yang dipompa dengan udara.

"Alat-alat evakuasi kami datangkan dari Jakarta," kata Hanad Prayitno, Station Manager Sriwijaya Air, Rabu, 21 Desember 2011.

Proses evakuasi pesawat yang berat kosongnya mencapai 42 ton itu membutuhkan beberapa alat lain, yaitu track baja untuk jalan (semacam rel), pasir untuk menutup lahan empuk, kawat baja dan traktor untuk menarik badan pesawat.

Teknis pengangkatannya, balon kosong diletakkan di bawah badan pesawat, lalu dipompa dengan kompresor. Ada tiga lapis balon untuk proses pengangkatan badan pesawat itu.

Untuk sementara, badan pesawat dipinggirkan ke pojok area bandara agar tidak mengganggu psikologis para pilot yang menerbangkan maupun menurunkan pesawat. Penempatan badan pesawat nahas itu hanya untuk sementara seraya menunggu keputusan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

Dari informasi di lokasi, ada beberapa alternatif tindakan terhadap pesawat itu, antara lain diperbaiki di tempat atau dibelah dan tidak difungsikan lagi.

Jika diperbaiki, ongkos perbaikannya bisa mencapai harga pesawat itu sendiri. Sedangkan jika dibelah, maka pesawat itu sudah tidak akan difungsikan lagi.

Maskapai mempertimbangkan pembelahan pesawat yang jatuh tersebut karena kedua mesin pesawat itu sudah rusak. Mesin di sisi kiri rusak parah dan sisi kanan juga rusak. Namun tingkat kerusakannya diperkirakan tidak separah sisi kiri.

Salah satu teknisi yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, tindakan itu masih menunggu hasil penyelidikan dan investigasi dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Keputusan diambil berdasarkan rapat antara perusahaan, pabrik (Boeing), pihak asuransi dan Kementerian Perhubungan. "Kalau diperbaiki, kami yang melaksanakan di bawah supervisi Boeing," kata sumber tadi.

Namun, jika diputuskan untuk dibelah, maka secepat mungkin harus dilakukan karena area bandara harus segera steril dari badan pesawat itu.

Berat pesawat Boeing 737 300 kosong adalah 42 ton. Sedangkan jika ditambah dengan bahan bakar (avtur) dan penumpang, hitungan penuh mencapai 58 ton. Khusus untuk avtur jika tangki penuh seberat 16 ton.


MUH SYAIFULLAH