Marzuki Alie. ANTARA/Andika Wahyu
Marzuki Alie: Tidak Mau Keluar Biaya, Tidur Saja
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie meradang ketika lembaga yang dipimpinnya kembali dikritik Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). Menurut organisasi nonpemerintah itu, sepanjang tahun 2011, pimpinan DPR menghabiskan alokasi anggaran sebesar Rp 69 miliar.
Penggunaan dana itu dinilai sebagai pemborosan dan tidak bermanfaat. Dengan anggaran yang gemuk itu, pimpinan DPR juga dianggap tidak bisa melaksanakan tugas penertiban terhadap anggota Dewan lainnya. Kendati tak menyangkal jumlah dana itu, Marzuki tetap melontarkan kekesalannya."Kalau tidak mau keluar biaya, kita tidur saja, gampang," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Rabu, 21 Desember 2011.
Politikus Partai Demokrat itu juga menampik tudingan bahwa anggaran ini tak terpakai secara baik. Menurutnya, anggaran hanya sebuah konsekuensi dari tugas-tugas yang dilaksanakan pimpinan DPR.
"Kalau pimpinan, saya rasa semuanya bekerja untuk negara. Melaksanakan kerja sesuai dengan aturan. Kita tidak pernah melihat berapa biayanya. Yang penting program kerja pimpinan kita laksanakan. Biaya itu konsekuensi dari pada kegiatan saja," ujarnya.
Ia meminta FITRA sebaiknya melihat dulu setiap kegiatan pimpinan DPR yang dilakukan. Ia mengklaim bahwa semua kegiatan yang dilakukan pimpinan DPR selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Ia mencontohkan kegiatannya yang sering melakukan kunjungan ke berbagai kampus dan daerah. Menurutnya kegiatan ini dilakukan untuk mendengarkan aspirasi dari kalangan akademisi dan masyarakat. "Kalau kegiatan kita tidak bermanfaat, nah itu yang dipertanyakan," ujarnya.
Marzuki juga mengatakan, hasil kunjungannya itu selalu dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Namun, ia mengaku tak memantau bagaimana tindak lanjut dari laporannya itu di kementerian. Ia juga membantah jika kegiatan pimpinan DPR hanya upaya pencitraan."Kita bukan orang yang selalu membangun citra di media, tapi kita melakukan hal yang substantif untuk kepentingan rakyat," ujarnya.
FEBRIYAN





