foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Dolar Jeblok, Harga Komoditas dan Saham Melambung  

TEMPO.CO, New York - Dolar jatuh di perdagangan New York, Selasa waktu setempat, setelah data perumahan Amerika Serikat (AS) kembali tumbuh. Berita positif ini mampu mendorong investor kembali mengalihkan portofolionya dalam aset–aset yang dianggap berisiko. Dengan begitu harga saham dan komoditas melambung, semalam.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia semalam terkoreksi 0,368 poin (0,46 persen) ke level 79,882, dan pagi ini juga kembali turun 0,238 poin (0,3 persen) ke level 79,644.

Mata uang tunggal Uni Eropa berhasil menguat 0,24 persen menjadi US$ 1,3079 dari posisi sebelumnya di US$ 1,2997. Bahkan di pagi ini euro kembali menguat 0,0036 poin (0,28 persen) ke level US$ 1,3119. Poundsterling pagi ini juga menguat 0,0009 poin (0,06 persen) ke level US$ 1,5672. Yen Jepang juga menguat 0,0345 poin (0,04 persen) menjadi 77,853 per dolar AS.

Greenback (sebutan dolar) merosot setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa data penjualan rumah melonjak 9,3 persen di bulan November kemarin, dengan tingkat tahunan tertingginya sejak April 2010, serta jauh di atas ekspektasi para analis.

Berita positif juga muncul di Eropa. Selama sesi perdagangan Eropa, indeks iklim bisnis Jerman Ifo di bulan Desember ini juga naik secara tidak terduga. Ditambah lagi turunnya imbal hasil obligasi Spanyol membuat euro mampu menguat hingga di atas level US$ 1,31. “Kuatnya permintaan obligasi Spanyol membuat euro berhasil menguat,” kata Elsa Lignos, ahli strategi pasar uang dari RBC Capital Market.

Indeks Dow Jones juga melonjak 337,32 poin (2,87 persen) ke level 12.103,58. Harga minyak mentah untuk kontrak bulan Februari naik US$ 3,19 (3,39 persen) ke level US$ 97,24 per barel. Harga emas juga menguat US$ 20,9 (1,31 persen) menjadi US$ 1.617,6 per troy ounce.

Senin lalu Presiden ECB Mario Draghi dan para Menteri Keuangan gagal memberikan harapan bagi pasar untuk lebih agresif memberikan dukungan bagi zona Eropa. Para analis menunggu hasil dari salah satu operasi Bank Sentral Eropa yang kemungkinan akan dirilis hari ini.

MARKETWATCH | VIVA B. KUSNANDAR