Gedung Rektorat Universitas Indonesia. TEMPO/Gunawan Wicaksono
Topik
Pemikiran Universal Profesor Dedy Hidayat
TEMPO.CO, Jakarta- Pemikiran almarhum Dedy Nur Hidayat, mantan Guru Besar Universitas Indonesia sekaligus mantan ahli komunikasi, berlaku universal. Pemikiran Dedy mengenai persoalan sosial sejak 20 tahun lalu masih berkaitan dengan permasalahan zaman sekarang.
“Dedy memiliki nilai universal yang harus kita anut, yaitu keseimbangan, kesetaraan, dan keadilan,” kata Pinckey Triputra, Ketua Pascasarjana Ilmu Komunikasi, FISIP UI, saat acara bedah buku “Self Originated Being!” karya 20 tahun almarhum Dedy, Kamis, 22 Desember 2011.
Acara diselenggarakan Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia bersama Asosiasi Pasca Sarjana Komunikasi Universitas Indonesia (ASPASKOM UI). Kegiatan ini sekaligus menyambut ulang tahun Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI dengan tema “Robohnya Rasionalitas dan Moralitas Politik Kami” menghadirkan pembicara yang berasal dari civitas akademika Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI. Mereka adalah Pinckey Triputra, Ignatius Haryanto, dan Agus Sudibyo.
Buku karya Dedy yang dicetak dalam jumlah terbatas ini membagi lima bagian pembahasan, yaitu ideologi, nasionalisme dan globalisasi, demokratisasi politik, pergulatan dunia pendidikan, dan dinamika media massa. “Dalam bukunya, Prof Dedy berbicara tentang tiga hal yang menjadi fokus pengamatannya, yaitu politik, media massa dan pendidikan.” kata Bestian Nainggolan, Ketua Pelaksana acara.
Pembicara lain, Agus Sudibyo, mengatakan “Dalam bukunya, Dedy mencermati media sebagai institusi sosial dan ekonomi.” Dedy juga menjelaskan bagaimana media mencari keuntungan bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi sosial juga.
MITRA TARIGAN





