Umat Hindu Bali Gelar Prosesi Bhumi Sudha | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Umat Hindu Bali Gelar Prosesi Bhumi Sudha

Kamis, 22 Desember 2011 | 12:35 WIB

ANTARA/Nyoman Budhiana

TEMPO.CO, Denpasar - Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Bali bakal menggelar upacara Bhumi Sudha. “Tujuannya agar secara niskala (spiritual) bisa diselamatkan dari bencana dan kedamaian bisa terwujud,” kata Bendesa MUDP, Jro Mangku Gd Putus Upadesha, Kamis, 22 Desember 2011.

Upacara ritual yang akan dilakukan Sabtu, 24 Desember 2011 itu akan digelar di tiga tempat, yakni di Pura Pegubengan, Besakih, yang berada di di wilayah pegunungan; Pura Ulun Danu Batur di tepi Danau Bedugul; dan di Pura Watu Klotok, Klungkung. “Puncak acara akan dihadiri Gubernur Bali,” ujar Jro Mangku.

Upacara diselenggarakan karena sejumlah konflik yang terjadi di Bali meresahkan masyarakat. Berbagai konflik berkaitan dengan adat terjadi hanya karena masalah yang sederhana. Di antaranya ihwal penamaan pura, batas desa, dan sejumlah masalah lainnya.

Konflik yang lebih serius muncul berkaitan dengan perdebatan untuk melanjutkan proyek pembangkit listrik geotermal di Bedugul. Masalah lain yang juga menyedot perhatian adalah gugat-menggugat antara Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan surat kabar Bali Post yang merupakan media terbesar di Bali.

Guru besar Universitas Udayana yang juga pegiat lembaga swadaya masyarakat Forum Peduli Gumi Bali, Luh Kartini, mengatakan pendekatan spiritual perlu dilakukan karena rumitnya persoalan di Bali. “Ini pulau kecil, tetapi semua orang ingin membangun dan memperoleh keuntungan di sini,” ujarnya.

Menurut Kartini, daya dukung Bali sebenarnya terlalu kecil dibandingkan dengan derasnya arus investasi untuk fasilitas wisata. Itu sebabnya, sudah saatnya dilakukan moratorium pembangunan di Bali. “Upacara Bhumi Sudha intinya agar orang Bali serta orang luar yang tinggal di sini ikut merenungi masa depan Bali,” ucapnya.

Demi masa depan Bali itu pula Kartini menolak dibangunnya kembali pembangkit listrik geotermal di Bedugul seperti diwacanakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik. “Sebagai orang Bali, Wacik seharusnya tahu bahwa gunung adalah wilayah suci dan menjadi daerah resapan air bagi Bali,” katanya.

ROFIQI HASAN