Seorang pekerja membersihkan beras yang akan dijual di pasar tradisonal Masomba, Palu, Sulawesi Tengah. Konsumsi beras Indonesia merupakan yang tertinggi di Dunia. ANTARA/Fiqman Sunandar/Koz/Spt/11.
Topik
Harga Beras Impor Thailand Tak Naik
TEMPO.CO, Jakarta - Bulog memastikan harga beras impor dari Thailand tidak naik. Belakangan memang beredar berita pemerintah Negara Gajah Putih tengah menegosiaksikan kenaikan harga berasnya. Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan, Thailand hanya meminta negosiasi soal batas pengiriman berasnya ke Indonesia.
"Soal harga sudah sesuai yang tercantum dalam MoU (nota kesepahaman). Jadi, tidak ada yang berubah. Tapi kami tidak bisa beri tahu harganya karena bisa pengaruhi harga beras dunia," kata Sutarto kepada Tempo, Jumat, 23 Desember 2011.
Berdasarkan kesepakatan dengan Thailand, beras sudah harus dikapalkan ke Indonesia paling lambat 20 Februari tahun depan. Thailand memang meminta pengunduran waktu sampai Februari 2012 untuk pengiriman beras impor karena bencana alam banjir dan kondisi politik di negara tersebut.
Namun, secara bertahap beras impor dari Thailand yang seluruhnya berjumlah 300 ribu ton akan masuk mulai minggu ini. "Sekarang sudah mulai loading dari Thailand dan butuh waktu untuk sampai ke pelabuhan," ujarnya.
Pada Februari 2012, beras impor dari India juga ditargetkan sudah masuk seluruhnya sebanyak 250 ribu ton. Sedangkan beras Vietnam sudah hampir seluruhnya masuk ke Indonesia. Dari total impor 1,2 juta ton beras dari Vietnam, sebanyak 1 juta ton sudah masuk ke gudang Bulog.
Beras impor itu nantinya akan digunakan Bulog untuk menguatkan cadangan beras pemerintah. Pemerintah menetapkan batas waktu pemasukan beras impor pada 20 Februari tahun depan karena diperkirakan panen raya sudah dimulai akhir Februari 2012.
Sutarto menambahkan, Bulog harus bisa mencadangkan berasnya sebanyak 1,5-1,7 juta ton di akhir tahun. Adapun beras impor yang sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan di Indonesia sejumlah 300-400 ribu ton. Bulog harus memastikan cadangan beras di akhir tahun aman agar harga di pasar tidak melonjak tajam.
Tahun depan, setidaknya Bulog harus mempunyai stok beras sebanyak 5,7 juta ton. Rinciannya, sebanyak 2 juta ton untuk cadangan tetap di akhir tahun dan 3,7 juta beras untuk disalurkan baik berupa beras untuk masyarakat miskin maupun beras operasi pasar.
ROSALINA





