Ali Sahono. Tempo/Ishomuddin
Topik
Jelang Bebas, Eks Wakil Ketua DPRD Madiun Wafat
TEMPO.CO, Madiun - Sehari menjelang bebas dari penjara, bekas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun Ali Sahono meninggal di usia 70 tahun, Jumat malam, 23 Desember 2011, sekitar pukul 23.00 WIB. Jenazahnya dimakamkan hari ini, Sabtu, 24 Desember 2011, sekitar pukul 11.00 WIB.
Ali tengah menjalani masa hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun sebagai terpidana kasus korupsi dana operasional DPRD periode 2002-2004. Ali menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD periode 1999 hingga 2004 dari Fraksi Partai Golkar.
Ali seharusnya bebas hari ini bersama koleganya yang juga bekas Wakil Ketua DPRD Gandhi Yoeninta. Keduanya telah menjalani masa hukuman penjara satu tahun dan tiga bulan ditambah masa hukuman penjara lima bulan dan hukuman kurungan tiga bulan sebagai hukuman pengganti karena tidak mampu membayar uang pengganti dan denda. Sehingga mereka total menjalani hukuman penjara dan kurungan selama satu tahun dan 11 bulan.
Ali, Gandhi, dan bekas Ketua DPRD Kota Madiun Djatmiko Royo Saputro alias Kokok Raya ditahan kejaksaan sejak 29 Januari 2010. Kokok juga pernah menjabat Wali Kota Madiun periode 2004-2009 dan sudah bebas bersyarat lebih dulu pada 2 Maret 2011 lalu.
“Kemarin sore, sekitar pukul 16.00 WIB, almarhum mengeluh sesak napas dan sempat diperiksa di klinik kesehatan Lapas. Setengah jam kemudian dirujuk ke RSUD dr Soedono,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Madiun Maman Herwaman.
Setelah dirawat di RSUD dr Soedono, Kota Madiun, Ali mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Dari rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan siang tadi dimakamkan di pemakaman Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Menurut Maman, hasil pemeriksaan medis menyebutkan almarhum mengalami serangan jantung koroner. “Kalau riwayat medis yang dipegang Lapas selama ini menderita diabetes dan hipertensi,” kata Maman.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Sri Rahajeng, dan dua putra serta dua cucu. “Memang, dalam seminggu terakhir, kondisi bapak drop dan memang punya riwayat jantung,” kata putra sulung almarhum, Rahmad. Sejumlah pejabat dan politikus tampak datang melayat di rumah duka di Jalan Salak, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun.
ISHOMUDDIN





