foto

Sejumlah pembeli di pusat perbelanjaan Blok M Plaza, Jakarta, Rabu (16/9). Memasuki minggu terakhir menjelang lebaran, penjualan di beberapa ritel mal meningkat, bahkan sales departement store mengalami peningkatan mencapai 340%. Tempo/Panca Syurkani

Peritel Lokal Tetap Jadi Primadona di 2012  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, tahun 2012, ritel lokal akan tetap menjadi primadona di kalangan masyarakat.

"Meski kehadiran ritel asing akan menjamur, produk dari peritel lokal akan tetap banyak dikonsumsi oleh masyarakat," tutur Stefanus kepada Tempo melalui telepon, Sabtu, 24 Desember 2011.

Stefanus mengatakan, dari Januari hingga Agustus, ada peningkatan daya beli masyarakat sebanyak 20 persen. Hal itu yang membuatnya optimistis tahun depan perkembangan pasar akan baik.

"(Pada) 2012 nanti akan banyak peritel asing yang akan masuk ke Indonesia. Tapi itu bukan masalah. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia, baik menengah ke atas sampai ke bawah, tetap mencari produk-produk lokal," tuturnya.

Keberadaan peritel asing itu nantinya hanya akan menjadi konsumsi masyarakat menengah atas. Dan jumlah peredaran produknya tidak sebanding dengan produk lokal. "Produk peritel asing itu tidak lebih dari 10 persen di pasaran. Pembelinya juga dari kelompok menengah atas. Produk-produk tersebut sifatnya hanya pemenuh variasi," kata Direktur Pakuwon Grup ini.

Stefanus mengatakan ada dua hal yang meningkatkan daya beli masyarakat, yakni pergerakan kelas menengah yang sedang maju dan kebiasaan konsumtif masyarakat Indonesia.

AYU PRIMA SANDI