Pabrik Holcim. wikimedia.org
Topik
Holchim ''Beli'' Bahan Baku untuk 100 Tahun di Tuban
TEMPO.CO, Tuban - Pabrik semen Holchim membebaskan lahan seluas 356 hektare di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tanah seluas itu nantinya digunakan untuk bahan baku semen untuk 70 hingga 100 tahun ke depan.
Perinciannya, tanah seluas 288 hektare berupa tanah kapur dan sisanya sebanyak 68 hektare tanah liat atau total 356 hektare, yang merupakan bahan baku semen. Sebenarnya masih ada bahan baku lain, yaitu pasir silika dan pasir kuarsa, dan kini pengajuan izin pembebasan lahannya masih diajukan. Lokasi lahan yang dibebaskan berada di Desa Sawir dan Desa Mliwang, Kecamatan Tambakboyo, Tuban bagian barat.
Menurut Kepala Departemen Tambang Holchim Tuba, Kunto Wulung, lahan yang dibebaskan sudah mendapatkan Surat Izin Pertambangan. Namun lahan yang sebagian besar di perbukitan kapur dan tanah liat baru akan dieksploitasi pada 2012 mendatang.
Lahan seluas 356 hektare itu kemungkinan hanya dieksploitasi antara 0,7 hektare hingga 1,4 hektare per tahun. Selanjutnya lahan tanah yang sudah dieksploitasi selama satu tahun, atau pascatambang, akan direklamasi dan dihijaukan kembali. “Jika dihitung lahan yang dibebaskan mungkin baru habis sekitar 100 tahun,” katanya pada konferensi pers akhir tahun di Tuban, Sabtu 22 Desember 2011.
Untuk tanah yang dieksploitasi, lanjut Kunto Wulung, ada aturan yang mengacu pada konsep ramah lingkungan. Misalnya, untuk lahan kapur yang dieksploitasi kedalaman pengerukan maksimal 25 meter dari permukaan air laut. Sedangkan untuk eksploitasi tanah liat kedalamannya tidak lebih dari 3 meter dari permukaan air laut. Areal yang dieksploitasi juga menghindari sumber-sumber air tanah yang banyak ditemukan di pegunungan kapur di Tuban.
Selain itu, tanah yang akan dieksploitasi juga tetap mengacu pada sumber-sumber mata air. Misalnya di Desa Mliwang, Kecamatan Tambakboyo, terdapat mata air yang cukup besar. Nantinya pihak semen Holchim juga akan membangun danau buatan yang berfungsi untuk menstabilkan ekosistem. Di antaranya, air untuk kebutuhan pertanian dan perikanan darat. “Konsepnya sudah kami tata,” ujar dia.
SUJATMIKO





