Makanan dalam kemasan. TEMPO/Andry Prasetyo
Topik
Produk Pangan Mendominasi Penjualan Retail 2012
TEMPO.CO, Jakarta - Besarnya permintaan masyarakat terhadap produk makanan meningkatkan pertumbuhan bisnis makanan retail tahun 2012. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy Sumanpouw kepada Tempo Ahad, 25 Desember 2011.
Sebelum tahun 2011, produk makanan dan non makanan memiliki kontribusi masing-masing sebesar 40 persen dan 60 persen dari seluruh penjualan retail. “Namun kondisi ini sekarang berbalik,” kata Rudy. Tahun ini penjualan makanan bergerak mendekati angka 60 persen dari total keseluruhan penjualan.
“Kalau dulu produk busana mendominasi penjualan retail,” ucapnya. Namun sekarang penjualan produk busana terus tergeser digantikan dengan penjualan produk makanan. Aprindo memperkirakan bahwa penjualan produk makanan akan semakin meningkat di tahun 2012.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan pertumbuhan retail makanan disebabkan semakin besarnya keingintahuan masyarakat terhadap produk makanan baru. Ketika muncul produk makanan baru, masyarakat sering kali langsung tertarik dengan produk baru tersebut dan kemudian membelinya.
“Gaya hidup masyarakat saat ini memang seperti itu,” ucapnya.
Selain faktor permintaan masyarakat yang tinggi, Rudy juga menyebutkan bahwa ekspansi peretail makanan sekarang ini cukup gencar. Khususnya peretail supermarket dan minimarket. “Keduanya lebih gencar melakukan pengembangan dibanding peretail yang lain,” kata Rudy.
Menurut laporan PT Matahari Putra Prima Tbk dari Divisi Makanan penjualan makanan terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2004, penjualan Divisi Makanan sebesar Rp 1,5 triliun dalam setahun. Angka penjualan tersebut naik sebesar Rp 1 triliun tiap tahunnya.
Catatan penjualan pada 2010 malah menunjukkan penjualan produk retail makanan mereka yang menembus angka Rp 7,6 triliun. Hal tersebut yang menjadi acuan Matahari untuk mengatakan bahwa retail makanan naik.
“Dengan tingginya permintaan masyarakat, peretail pasti akan meningkatkan pasokan mereka,” kata Rudy.
Dengan demikian pertumbuhan retail makanan akan terus berkembang. Ia juga mengingatkan pentingnya peretail meningkatkan daya saing mereka agar tidak tersingkir dari pasar. Khususnya persaingan dengan peretail asing yang semakin banyak menjajaki pasar Indonesia.
RAFIKA





