TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Infografis
Jalur Kereta Malang-Jakarta Kembali Normal
TEMPO.CO, Madiun - Setelah sempat pindah rute melalui Surabaya, sejumlah kereta rute Malang-Jakarta, Malang-Bandung, dan Kediri-Jakarta kini kembali normal melalui rute seperti semula.
Rute sempat dipindah melalui Surabaya akibat anjloknya empat gerbong Kereta Api Rapih Doho rute Blitar-Surabaya di kilometer 136+2/4 dari Surabaya. Lokasi anjlok sekitar 200 meter setelah transit di Stasiun Rejotangan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Ahad siang, 25 Desember 2011, pada pukul 10.30 WIB. Akibatnya ruas jalur kereta antara Blitar dan Kertosono tidak bisa dilalui.
“Evakuasi empat gerbong KA Rapih Doho yang anjlok sudah selesai sampai pukul 01.25 WIB dini hari tadi dan rute empat kereta jurusan Malang-Jakarta, Malang-Bandung, dan Kediri-Jakarta sudah kembali seperti semula,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat PT KA Daerah Operasi VII Madiun Sugianto, Senin, 26 Desember 2011.
Empat kereta yang sempat pindah rute dari Surabaya itu antara lain KA Matarmaja jurusan Malang- Pasar Senen (Jakarta), KA Senja Kediri rute Kediri-Pasar Senen, KA Malabar rute Malang-Bandung, dan KA Gajayana rute Malang-Jakarta (kota).
”Sejak kemarin rute empat kereta itu terpaksa pindah dan memutar dari Surabaya dan nanti tetap ketemu di jalur Kertosono, Madiun, dan seterusnya,” ucapnya.
Sementara itu empat gerbong KA Rapih Doho yang sudah berhasil diangkat akhirnya dibawa ke Kediri. Petugas masih menyelidiki kasus anjloknya kereta tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedikitnya sekitar 200 penumpang terpaksa dipindah ke kereta lain. Sedangkan satu lokomotif dan dua gerbong bagian depan yang selamat melanjutkan perjalanan sampai ke Surabaya.
“Penumpang di Stasiun Madiun tidak terpengaruh meski rute sempat dipindah dari Surabaya karena nanti kereta tetap melewati jalur di Kertosono, Madiun, dan seterusnya,” kata Wakil Kepala Stasiun Besar Madiun Sugeng Muji Wibowo.
ISHOMUDDIN





