Pegawai Pasar Modal Athena berjalan melewati sebuah pohon natal dan layar monitor yang menunjukkan penurunan index harga saham, Senin (12/12). AP Photo/Petros Giannakouris.
Infografis
Indeks 2011 Sulit Menembus 3.900
TEMPO.CO, Jakarta- Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia hingga akhir 2011 diprediksi masih naik meskipun tipis. Rentang pergerakan indeks diperkirakan berada pada batas 3.700-3.800.
“Sulit mendekati kisaran 3.900. Kalaupun naik tidak akan signifikan, begitu pun sebaliknya,”ujar analis pasar modal dari PT Reliance Securities Steve Susanto kepada Tempo, Senin 26 Desember 2011.
Dia mengamati, pendorong pergerakan indeks adalah data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai positif oleh pasar. Salah satu indikatornya adalah penurunan data pengangguran menjadi sekitar 8 persen dari sebelumnya 9 persen.
Sayangnya, kenaikan ini tidak akan berdampak besar dalam sesi perdagangan hari ini. Pasalnya, masa liburan yang tengah berlangsung hingga akhir tahun dapat menekan volume perdagangan di pasar modal.
Ia memprediksi nilai perdagangan hanya sekitar Rp 3 triliun. “Transaksinya sudah menurun, mungkin saham lapis kedua yang berpotensi naik,” ujarnya.
Pada Jumat pekan lalu indeks harga saham gabungan ditutup menguat 1,71 poin atau 0,04 persen ke posisi 3.797,15. Indeks 45 saham paling likuid (LQ-45) naik sangat tipis 0,41 poin (0,06 persen) ke posisi 671,39 poin.
JAYADI SUPRIADIN





