foto

TEMPO/Dasril Roszandi

Permintaan Baja Bakal Naik 11 Persen Tahun Depan  

TEMPO.CO, Jakarta -Industri baja nasional diperkirakan semakin berkembang tahun depan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Irvan Kamal Hakim.

“Kemungkinan permintaan seluruh ragam baja meningkat hingga 8 sampai 11 persen,” kata Irvan saat dihubungi Tempo, Senin  26 Desember 2011.  Tahun ini, kata dia, permintaan akan berbagai jenis baja mencapai 8,5 juta ton.

Peningkatan kebutuhan baja   terutama datang dari sektor otomotif, infrastruktur, dan konstruksi. “Kami memperkirakan permintaan akan meningkat sejak semester awal 2012,” tutur pria yang juga menjabat sebagai  direktur di PT Krakatau Steel Tbk  ini.

Irvan juga menyebutkan, industri baja tahun depan akan lebih berfokus untuk memenuhi kebutuhan domestik. “Pasar global terlalu rentan, berisiko,” katanya merujuk pada kondisi ekonomi Jepang, Cina dan negara-negara Eropa.

Peningkatan permintaan baja dari dalam negeri  juga dipengaruhi oleh proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di bidang infrastruktur.

“MP3EI ini kan didukung juga oleh swasta, jadi pasti akan banyak permintaan,” kata Irvan. Namun ia belum bisa memberi tahu perusahaan apa saja yang akan mendukung proyek ini di 2012.

Selain itu, Irvan mengatakan geliat industri baja juga bisa menguat karena harga yang diperkirakan meningkat. Peningkatannya  berkisar antara 8 sampai 13 persen dari harga rata-rata  2011. “Kami harap harga ini naik mulai Januari 2012, paling lambat setelah tahun baru Imlek,” katanya.

ANGGRITA DESYANI