foto

Seorang pengendara motor melintas dititik rawan longsor tanggul Lapindo didesa Siring, Sidoarjo, Kamis (22/9). Meski tanggul menjadi kawasan tertutup bagi pengunjung paska longsornya gunung lumpur warga masih berdatangan untuk melihat semburan lumpur Lapindo. TEMPO/Fully Syafi

Ical Anggap Lumpur Lapindo Bukan Beban Politik  

TEMPO.CO, Jakarta - Walau belum terang-terangan mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2014, Aburizal Bakrie tidak menganggap kasus semburan lumpur Lapindo sebagai hambatan berarti buat dia berpolitik.

"Lusi (lumpur Sidoarjo) bukan beban buat kami. Itu adalah proses jual-beli dan sudah diselesaikan lebih dari 90 persen," kata dia usai berpidato "Refleksi Perjuangan Partai Golkar dalam Menata Masa Depan Indonesia" di Aula Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta, Selasa 27 Desember 2011.

Politikus yang baru kembali dari Washington DC ini optimistis bahwa masalah jual-beli tanah di lokasi semburan lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, sudah bisa ia selesaikan pada 2012 nanti. "Tragedi muncrat lumpur ke permukaan mungkin dalam 30 tahun tidak akan terselesaikan," kata dia.

Aburizal menyatakan harga tanah di lokasi semburan ia beli tanah dengan harga 10-20 kali lipat nilai jual obyek pajak. "Itu sudah menjadi kesepakatan tanpa ada tekanan. Ya proses jual-beli saja," kata dia.

ARYANI KRISTANTI