foto

Mikhail Gorbachev. AP/Daily Texan/Andrew Torrey

Hubungan Putin-Gorbachev Memanas

TEMPO.CO , J:- Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin melalui Sekretaris Bidang Pers, Dmitry Peskov, menilai pernyataan mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev yang menuntutnya mundur sebagai sebuah ironi.




Peskov menyindir Gorbachev karena telah membubarkan Uni Soviet 20 tahun lalu dan sekarang ia malah menyarankan Putin mundur dari pencalonannya sebagai kandidat presiden pada 2012. Padahal ia berjuang agar Rusia tidak mengalami nasib serupa dengan Uni Soviet.




"Mantan pemimpin negara besar--ia faktanya telah menghancurkannya--menyarankan mundur kepada seorang yang berupaya menyelamatkan Rusia dari nasib serupa," kata Peskov dalam program televisi lokal Vesti Nedeli pada Ahad lalu.




Sabtu pekan lalu, Gorbachev menyarankan Putin mundur setelah dua periode menjabat Presiden Rusia dan sekali sebagai perdana menteri. "Well, itu sudah cukup," ujarnya. Jika saran ini diikuti, ujarnya, semuanya akan positif dan dia akan mengakhiri tugasnya dengan aman.





Gorbachev menegaskan, Rusia membutuhkan demokrasi riil, bukan monopoli kekuasaan. "Rusia tidak membutuhkan kaisar," dia menjelaskan. Adapun aksi protes sekitar 29 ribu orang pada Sabtu pekan lalu di Moskow, kata Peskov, tidak membuat Putin goyah. "Sebagai politikus dan kandidat presiden, Putin masih memperoleh dukungan dari mayoritas. Dan kami harus memperlakukan dengan hormat pendapat mayoritas," ujar Peskov.




Para pendemo kembali menuntut pemilu ulang karena pemilu parlemen 4 Desember lalu dianggap penuh kecurangan. Mereka juga menolak pencalonan kembali Putin sebagai presiden.




Selain soal memanasnya hubungan Putin-Gorbachev, akhir pekan lalu beredar kabar Ketua Intelijen Militer (GRU) Rusia Alexander Shlyakhturov mundur dari jabatannya. Shlyakhturov memimpin badan intelijen tersebut sejak April 2009.





Menurut harian bisnis Kommersant, ia akan ditempatkan menjadi Kepala Dewan Direktur Moscow Institute of Heat Engineering (MIT). Lembaga pengembang rudal balistik Bulava dan sistem rudal strategis lainnya. Namun harian pemerintah Rusia, Rossiiskaya Gazeta, kemarin membantah soal mundurnya Shlyakhturov.




| RT.COM | RIA NOVOSTI | EURONEWS | MARIA RITA