foto

Adele. AP/Matt Sayles

Adele Dongkrak Penjualan Album Konvensional  

TEMPO.CO, Jakarta - Album "21" milik Adele menduduki peringkat pertama album terlaris sejak 2004. Tidak mengherankan sebab lagu "Rolling in the Deep" dan "Someone Like You" telah mendominasi playlist di Inggris sepanjang tahun 2011. Yang mengejutkan, album "21" dirilis oleh label independen Inggris, XL Recording dan terjual lebih dari 5 juta kopi.

Album terakhir yang menembus angka 5 juta kopi pada akhir tahun terjadi pada 2004. Waktu itu, "Confessions" milik Usher terjual hingga 7,9 juta kopi, berdasarkan survey Nielsen Soundscan, yang khusus mensuplai data penjualan album ini.

Penjualan album musik berhasil mencapai target pada 2011, meningkat 3 persen dibanding akhir tahun lalu. Bukan kebetulan, penjualan musik keseluruhan juga naik pada 2004.

Kebangkitan penjualan album ini adalah kabar baik bagi industri musik. Kenaikan 1 persen penjualan musik digital tahun terakhir menciptakan kepanikan bahwa format musik sudah berubah.

Analis Nielsen, David Bakula mengatakan kenaikan itu karena peluncuran besar-besaran dan penjual yang semakin agresif pada harga dan promosi.

Penjualan Adele, misalkan, lebih dari 3,5 juta album fisik yang dijual tahun ini sudah cukup mengambil posisi teratas dalam tiga tahun terakhir. Bahkan tanpa menambahkan penjualan digital. Penjualan album itu termasuk piringan hitam, cakram dan album digital.

Angka penjualan album terlaris tahun ini menurun setiap tahun sejak 2004 sampai 2008. Titik terendah terjadi pada 2008 ketika Lil Wayne "Tha Carter III" menduduki ranking pertama dengan penjualan hanya 2,9 juta kopi.  Pertama kalinya sebuah album mengklaim gelar best seller dengan penjualan kurang dari 3 juta.

Penjualan album terlaris tahun ini telah meningkat, meskipun tidak banyak. Taylor Swift mengambil tempat teratas pada 2009, menjual 3,2 juta kopi dari albumnya, "Fearless." Album "Recovery" Eminem menjuarai tahun 2010 dengan 3,4 juta kopi.

"Penampilan Adele tahun ini menunjukkan permintaan besar pada musik original," kata Bakula. "Dia adalah artis yang dengan kesuksesan rata-rata sebelumnya, tapi tidak sebesar ini. Dia melakukan semuanya dengan dua single."

Kematian Amy Winehouse dari keracunan alkohol pada bulan Juli juga mempengaruhi keberhasilan penjualan Adele. Bakula mengatakan kematian Winehouse mencuri perhatian penggemar dan mengalihkan mereka pada penyanyi jazz-soul sekaligus pencipta lagu seperti Adele dan Duffy. Akibatnya, tidak hanya album "21" yang laku keras, album Adele sebelumnya "19" juga diburu pendengar dan menjadikannya 25 album best seller sepanjang tahun.

Namun, total penjualan Adele masih kurang dari setengah penjualan album N''Sync pada tahun 2000. "No Strings Attached" yang dirilis boyband ini berhasil menembus 11 juta kopi. Itulah terakhir kalinya penjualan album menembus 10 juta kopi setelah penjualan album digital dari kanal resmi Apple iTunes dan situs ilegal seperti Limewire menguasai industri musik.

REUTERS | NININ DAMAYANTI