foto

Prijanto. TEMPO/Tony Hartawan

Ini Alasan Sesungguhnya Prijanto Mundur

TEMPO.CO , Jakarta : Prijanto akhirnya mengungkapkan sebagian alasannya untuk mundur dari posisinya sebagai Wakil Gubernur. Seluruh pertimbangannya itu disampaikan saat Prijanto bertemu sejumlah pimpinan partai di Restoran Ambiente, Hotel Aryadutta, Jakarta, Selasa, 27 Desember 2011.

Pertemuan yang berlangsung tertutup selama 90 menit itu dihadiri hampir seluruh pimpinan partai setingkat Ketua DPD/DPW, kecuali Partai Demokrat, PPP, PDI Perjuangan, dan Partai Damai Sejahtera. “Saya rasa kita mungkin bisa pahami alasan Prijanto,” kata Ketua DPD Golkar Jakarta, Priya Ramadhani.

“Beliau kurang digunakan, sehingga tidak optimal dalam bekerja. Beliau juga tidak diberikan wewenang untuk menggantikan Gubernur. Dalam banyak acara Sekda dan Deputi menggantikan tugas gubernur,” ujarnya lagi.

Sekretaris DPD Golkar, Zainuddin, mengatakan partainya menghargai dan merespons positif soal mundurnya Prijanto. “Pejabat yang berani mundur itu langka. Ketimbang punya dampak yang luas buat Jakarta karena enggak berfungsi. Dia (Prijanto) bilang mundur ikhlas demi Jakarta yang lebih besar,” katanya.

Ketua DPW Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan kemunduran Prijanto disebabkan oleh fungsinya yang tidak jalan sebagai Wakil Gubernur. “Ini sesuatu yang menurut kita menyedihkan. Sebagai tentara beliau punya sikap yang tegas dan kita hormati itu,” katanya.

Kepada Tempo, Ketua DPW PKS Jakarta Selamat Nurdin mengatakan pengunduran diri Prijanto merupakan hasil beli putus koalisi 2007. “Tiba saatnya demokrasi yang sesungguhnya. Harus dibangun koalisi permanen dan pembagian kerja bersama,” katanya.

Selamat, yang partainya merupakan oposisi dari pemerintahan Fauzi–Prijanto, menduga Fauzi dan Prijanto tidak memiliki chemistry yang cocok dari awal. “Pada 2007, koalisi 19 partai mendukung Fauzi, tapi saya tak yakin apakah Prijanto pernah presentasi pada koalisi,” katanya.

Ketua Tim Pemenangan Pemilu 2012 dari PAN, Abdul Malik, justru mendorong Prijanto berpisah dan cari pasangan untuk pemilukada 2012. “Saya mendukung Prijanto untuk 2012, apalagi kalau wakilnya dari sini,” katanya.

Prijanto sendiri menolak berkomentar lebih lanjut. “Detail-detailnya tunggu saja. Sing sabar,” katanya kepada wartawan. Dia tak peduli anggapan publik terhadap dirinya saat ini. “Ya, nggak apa-apa,” katanya.

Prijanto justru mengungkapkan rasa terima kasih kepada partai yang datang. “Saya ucapkan terima kasih karena semua memahami ini. Ada yang bilang kekanak–kanakan, membuat sensasi, silakan saja. Keputusan saya ini memang banyak risiko,” katanya.

Menurut Prijanto, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tidak menahan pengunduran dirinya. “Tidak ada yang menahan. Belum ada komunikasi,” katanya. Dia mengaku lupa terakhir kali berkomunikasi dengan Gubernur. “Lupa banget,” katanya. Prijanto memastikan masih akan menjalankan tugas melayani warga Jakarta selama jabatannya belum dicabut. Bila DPRD menolak, “Saya ingin alasan yang jelas,” katanya.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI