Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto usai menyerahkan surat pengunduran diri di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (27/12). Tempo/Tony Hartawan
Topik
Sejumlah Partai Restui Prijanto Mundur
TEMPO.CO , Jakarta:Sejumlah partai merestui Wakil Gubernur DKI Prijanto mundur dari jabatannya. Partai Amanat Nasional (PAN) bahkan mendukung Prijanto untuk maju sebagai calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah tahun depan.
Pertemuan antara Prijanto dan sejumlah pemimpin partai setingkat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)/Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dilakukan kemarin di sebuah hotel, tak jauh dari Balai Kota. “Saya rasa kami mungkin bisa memahami alasan Prijanto,” kata Ketua DPD Golkar Jakarta, Priya Ramadhani, seusai pertemuan itu.
Priya mengatakan, Prijanto merasa tidak optimal karena tidak diajak bekerja. “Ketimbang tidak punya dampak yang luas buat Jakarta karena tidak berfungsi, dia bilang ikhlas mundur,” kata Sekretaris DPD Golkar, Zainuddin, menambahkan.
Partai Golkar, kata Zainuddin, menghargai keputusan Prijanto. “Ini sesuatu yang menurut kami menyedihkan,” kata Ketua DPW Gerindra DKI Muhammad Taufik secara terpisah.
Ketua DPW PKS DKI Selamat Nurdin menyikapi kritis mundurnya Prijanto sebagai buah dari keputusan bersama koalisi 19 partai politik pada 2007. PKS sendiri berada di luar koalisi itu.
Saat itu 19 partai sepakat mengusung Fauzi, namun kesulitan memilih wakil. Agar tidak kisruh, dipilihlah Prijanto, yang berlatar belakang tentara, untuk dipasangkan dengan Fauzi, yang sudah 40 tahun menjadi birokrat.
Selamat menduga tidak terjalin chemistry yang cocok antara Fauzi dan Prijanto sejak awal. “Tiba saatnya untuk demokrasi yang sesungguhnya, membangun koalisi permanen dan pembagian kerja bersama,” katanya sembari menilai keputusan Prijanto untuk mundur terlambat.
Ketua Tim Pemenangan Pemilu 2012 dari PAN, Abdul Malik, justru terang-terangan mendorong Prijanto untuk berpisah dari Fauzi Bowo dan segera mencari pasangan untuk Pemilukada 2012. “Saya mendukung Prijanto untuk 2012, apalagi kalau wakilnya dari sini,” katanya.
Prijanto mengungkapkan, dirinya belum menjalin komunikasi dengan Gubernur Fauzi. Informasi pengunduran diri hanya disampaikan lewat surat tembusan, sedangkan Fauzi juga tak banyak menanggapinya selain menyatakan telah menerima surat, berterima kasih atas kontribusi, dan menyatakan tetap akan bekerja hingga Oktober 2012.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI





