Amila Tamadita Pemenang Pemilihan Wajah Femina 2011. dok. Femina
Topik
Foto Terkait
Amila Tamadita Suka Difoto Teman
TEMPO.CO, Jakarta - Gemetar, kaget, dan kaku dialami Amila Tamadita di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta. Malam itu dia dinobatkan sebagai pemenang Wajah Femina 2011. "Aku seperti enggak bisa bergerak saat menang Wajah Femina 2010, aku kaku banget," ujar Amila ketika ditemui setelah malam penghargaan itu.
Mahasiswa semester VII Universitas Bina Nusantara ini tak menduga bisa mengalahkan 19 finalis dari seluruh Indonesia. "Dulu ikut gadis sampul saja enggak lolos-lolos," katanya. Lolos seleksi Wajah Femina saja, dia sudah bersyukur.
Apalagi dalam perjalanan ia mengalahkan sejumlah finalis yang memang berprofesi sebagai model atau pernah mengikuti perhelatan serupa. Diduga, jawaban Amila ketika sesi tanya-jawab malam itu membuat juri kepincut. "Semua orang mempunyai bintang. Dari Wajah Femina ini, saya tahu bahwa bintang saya adalah menjadi model," ujar sulung dari empat bersaudara ini ketika menjawab pertanyaan apa makna The Star is You.
“The Star is You” adalah tema penobatan Wajah Femina 2011. Acara Wajah Femina yang digelar rutin setiap tahun oleh proyek majalah Femina mendukung industri mode di Indonesia. Tempat itu menyediakan aneka bibit unggul di bidang modeling, industri hiburan, dan media.
Amila baru sadar, kesukaannya jadi model foto ternyata bisa dikembangkan menjadi model profesional. "Saya enggak punya background dunia model, cuma suka difoto teman-teman kampus saja," kata mahasiswi Jurusan Desain Grafis ini. Pengalamannya berlenggok-lenggok di catwalk bisa dibilang minim. Kecuali sekitar 13 tahun lalu, ketika Amila masih menjadi siswi taman kanak-kanak, ia sempat ikut perlombaan model cilik.
Kini, setelah menyadari bakat terpendamnya, gadis bertinggi 171 sentimeter itu berniat serius masuk dunia peragawati. "Tapi sekolah harus selesai dulu," kata dia. Pesan itu pula yang diingatkan ibunda Amila, Dialita, 51 tahun. "Saya tidak masalah, asalkan dia tahu prioritas," ujar Ita--sapaan akrab perempuan ini.
Ita pulalah yang mendorong Amila mengikuti pemilihan Wajah Femina. "Saya yang nyuruh, biar lebih mandiri dia. Apalagi saya lihat, kalau jadi, bagus-bagus alumninya, lebih terarah," kata ibu rumah tangga ini. Berbekal foto dari teman-temannya, dikirimlah portofolio gadis dengan berat badan 50 kilogram ini ke pemilihan Wajah Femina. Rupanya lolos dari tiap seleksi. "Baru pada 150 besar, dia intensif menjalani perawatan tubuh, awalnya sih cuek saja," kata Ita.
Tampaknya perawatan tubuh dan wajah harus menjadi rutinitas pemilik akun Twitter @amiwaw itu. Dengan anugerah Wajah Femina, segenap tawaran segera mampir untuk menunjukkan potensi perempuan kelahiran Jakarta ini.
Biodata:
Nama: Amila Tamadita
Tempat dan tanggal Lahir: Jakarta, 10 Oktober 1990
Pendidikan:
SD Adik Irma
SMP Al-Izhar Pondok Labu
SMA Al-Izhar Pondok Labu
Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara
Prestasi Akademik
Juara II lompat tinggi se-Jakarta Selatan (SMA)
Juara III lompat tinggi Olimpiade (SMP)
OSIS Seni (SMA)
Prestasi/Keahlian:
Kursus bahasa Inggris
Nominasi peran pembantu festival drama se-SMA
DIANING SARI





