foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pasokan Bensin Langka, Warga Protes Pertamina  

TEMPO.CO, Balikpapan - Aksi memprotes kelangkaan bahan bakar minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, terus terjadi. Kelangkaan selama enam bulan terakhir dianggap sudah menjengkelkan. “Bagaimana tanggung jawab Pertamina?” kata tokoh masyarakat Balikpapan, M. Rafii, Kamis, 29 Desember 2011.

Rafii datang langsung ke kantor Pertamina Balikpapan bersama puluhan warga lainnya yang ikut peduli. Kedatangan mereka ini sebagai bentuk keprihatinan karena beberapa bulan terakhir di Kota Balikpapan terjadi kelangkaan bahan bakar minyak.

Demikian pula Ahmad Betawi yang mengeluhkan antrean di seluruh pompa bensin Pertamina. Antrean terkadang mencapai ratusan meter saat pasokan tiba. “Sampai kapan sopir angkot, sopir truk, dan masyarakat harus antre tiap kali mengisi BBM?” katanya.

General Manager Unit Pemasaran Pertamina Balikpapan, UPMs VI Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto, mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin melayani masyarakat tanpa kendala. Namun, itu membutuhkan proses serta bantuan dari semua pihak.

“Legislatif dan eksekutif sebagai pemilik kebijakan harus membantu Pertamina mengenai kuota BBM. Kemudian pihak kepolisian turut membantu untuk mengatur antrean. Saya siap saja walau baru tiga hari di sini (menjabat), tapi semua ada prosedurnya," kata Gigih.

Pantauan Tempo, sejatinya kelangkaan BBM mulai terasa pada Juli silam saat antrean kendaraan bermotor sepanjang ratusan meter. Kondisi lebih parah terjadi di seluruh kota dan kabupaten ketika antrean bisa terjadi berhari hari. Adapun harga Premium eceran melonjak menjadi Rp 10-15 ribu per liter.

Antrean kendaraan rata-rata dipenuhi truk berbadan besar yang memenuhi hampir seluruh jalan yang padat arus lalu lintasnya. Kondisi ini membuat arus kendaraan bermotor mesti melambat untuk menghindari truk-truk yang telah berjajar.

Padahal, kuota BBM di Kalimantan sudah naik 3 persen dibandingkan pasokan tahun sebelumnya. Ini menjadi keputusan pemerintah untuk distribusi Premium, Solar dan Minyak Tanah bagi kota dan kabupaten di seluruh Kalimantan.

Kuota pasokan Premium sebesar 1.593.168 kiloliter, solar 845.379 kiloliter, dan minyak tanah 510.612 kiloliter. Kuota bahan bakar minyak tersebut harus mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kalimantan selama setahun ini.

SG WIBISONO