REUTERS/ABC News/Giulio Saggin
Jalur Australia Utara Putus Akibat Banjir
TEMPO.CO, SIDNEY: -- Suplai utama dan rute-rute transportasi di Australia bagian utara terputus kemarin setelah cuaca ganas membuat anjlok sebuah kereta api dan mengempaskan persimpangan jalan tol utama.
Badai yang terkait dengan siklon Grant menimbulkan banjir di seantero Northern Territory yang "membilas" 33 buah gerbong kereta tambang, menghanyutkan sebuah jembatan, dan menjungkalkan sejumlah beton jalanan dari jalan tol Stuart.
Menteri Kepala Northern Territory, Paul Henderson, mengatakan terdapat "kerusakan signifikan" di jalanan dan para insinyur tengah memeriksa jembatan-jembatan. "Hingga air banjir surut, kami belum bisa memiliki gambaran yang jelas soal dampak struktural. Maka kami berharap air secepatnya bisa surut," ucap Henderson kepada Radio ABC.
Kerusakan itu artinya akses ke kawasan tropis utara menimbulkan kecemasan soal persediaan bahan makanan dan lainnya di banyak toserba. "Kami menghadapi masalah suplai," ujar Wilem Westra van Holthe, politikus lokal dari Kota Katherine, yang terutama sebagian besar makanan berasal dari Darwin.
Henderson sangat mengharapkan pembukaan kembali arteri jalan tol Stuart dalam waktu 48 jam, tapi pengoperasian rel kereta api tampaknya butuh waktu lebih lama. Operator kereta yang anjlok, Genesee & Wyoming Australia (GWA), mengatakan krunya memeriksa kerusakan sepanjang 350 meter.
Dua kru kereta api diterbangkan ke Darwin untuk menjalani perawatan. Satu di antaranya terluka parah akibat hal yang belum diketahui.
Direktur Pelaksana GWA, Bert Easthope, mengatakan layanan kereta api dari Adelaide pada Selasa lalu dan kemarin ke Katherine dibatalkan, dan perjalanan baru tersedia buat pelanggan mulai besok. "Namun masih terlalu pagi untuk memutuskan seberapa lama dilakukan perbaikan sebelum rel kembali dibuka," katanya. "Hujan deras lokal tampaknya berkontribusi atas insiden anjloknya kereta tersebut."
| Channelnewsasia | The Sydney Morning Herald | Dwi A





