Warga menyaksikan sisa material abu vulkanis yang dimuntahkan gunung tersebut, pascapeningkatan aktivitas vulkanisnya. ANTARA/Achunk
Topik
Foto Terkait
Hujan, Pengungsi Lahar Dingin Gamalama Membeludak
TEMPO.CO, Ternate - Curah hujan yang tinggi dua hari terakhir membuat pengungsi banjir lahar dingin Gunung Gamalama membludak. Jumlah pengungsi bertambah 50 persen atau sekitar 1.000 jiwa.
Data pusat kendali bencana alam Kota Ternate mencatat, jumlah pengungsi banjir lahar dingin Gunung Gamalama hingga Jumat, 30 Desember 2011 menjadi 3.822 jiwa atau 880 kepala keluarga dari sebelumnya 2.568 jiwa atau 644 kepala keluarga. Pengungsi tersebut tersebar di 10 titik pengungsian dari sebelumnya sembilan titik.
Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, penambahan jumlah pengungsi lantaran banyak warga yang mengungsi di rumah penduduk yang belum terdata. Selain itu, penambahan tersebut disebabkan tingginya curah hujan sehingga membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan kawasan rawan bencana memilih mengungsi. “Dan untuk saat ini pengungsi sudah terdata semua,” kata Burhan kepada Tempo, Jumat, 30 Desember 2011.
Menurut Burhan, penyebaran pengungsi banjir lahar dingin didominasi warga dari Kelurahan Tobo dan Salahudin. Untuk pengungsi Tubo, Pemerintah Kota Ternate setidaknya mencatat hampir mencapai 2.000 jiwa yang tersebar di dua pos pengungsian. “Yang paling banyak ada di aula SMK Negeri 2 Ternate, kira-kira mencapai 1.330 jiwa atau 237 kepala keluarga,” ujar Burhan.
Sementara untuk penanganan pengungsi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ternate, Jimmy D Brifing mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Ternate sedang memenuhi terlebih dahulu kebutuhan dasar pengungsi, seperti bahan makanan dan selimut. “Karena itu, langkah yang diambil adalah langkah tanggap darurat,” kata Jimmy.
Sebelumnya Selasa lalu, banjir lahar dingin Gunung Gamalama menerjang lima kelurahan di Kota Ternate. Akibatnya, puluhan rumah warga dan fasilitas umum rusak parah. Selain itu, banjir lahar dingin juga menyebabkan tiga orang tewas, tujuh orang luka-luka, dan ribuan orang mengungsi. Kini Gunung Gamalama masih pada status Siaga level III.
BUDHY NURGIANTO





