foto

Kerusakan akibat banjir lahar dingin Gunung Gamalama, di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. Boedhy Nurgianto untuk Tempo

Puluhan Rumah Korban Gamalama Terancam Direlokasi  

TEMPO.CO, Ternate - Puluhan rumah warga Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Ternate, terancam direlokasi karena berada pada wilayah rawan bencana banjir lahan dingin Gunung Gamalama.

Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn mengatakan relokasi rumah penduduk di kawasan jalur lahar dingin Gunung Gamalama bertujuan untuk menjaga keselamatan warga di kemudian hari. Langkah tersebut juga bermaksud mengantisipasi jatuhnya korban jiwa jika terjadi bencana serupa.

“Rumah warga yang ada di bantaran Kali Tubo harus direlokasi. Minimal ditempatkan pada kawasan yang aman untuk keselamatan warga dari banjir lahar dingin,” kata Thaib kepada wartawan, Jumat 30 Desember 2011.

Menurut Thaib, dari hasil pendataan pemerintah provinsi, banyak rumah warga yang berada di kawasan rawan bencana. Karena itu Pemerintah Kota Ternate diminta tidak lagi memberikan izin mendirikan bangunan di bantaran Kali Tubo.

“Saya bahkan sudah perintahkan Dinas PU Provinsi  segera memperbaiki beronjong penahan lahar dingin. Tapi yang pasti saya meminta Wali Kota agar bisa tegas,” ujar Thaib.

Pada Selasa, 27 Desember 2011, banjir lahar dingin Gunung Gamalama menerjang lima kelurahan di Kota Ternate. Akibatnya ratusan rumah mengalami rusak berat dan ribuan orang terpaksa mengungsi. Selain itu bencana tersebut juga menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Hingga kini Gunung Gamalama masih berstatus siaga level III.

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan relokasi rumah penduduk di bantaran Kali Tubo masih dalam kajian. Pemerintah Kota Ternate belum memikirkan rencana tersebut. “Saat ini kami masih memikirkan langkah tanggap darurat bencana. Masalah relokasi, kami butuh pembahasan lebih lanjut,” kata Burhan kepada Tempo, Jumat 30 Desember 2011.

Meski begitu Pemerintah Kota Ternate tetap akan memikirkan langkah menempatkan warga di kawasan yang aman dari ancaman banjir lahar dingin. Karena itu langkah lanjutan penanganan bencana di Ternate akan dilakukan setelah darurat bencana dicabut. “Jadi saat ini kami masih memikirkan nasib pengungsi terlebih dahulu,” ujar Burhan.

BUDHY NURGIANTO