Haryono Umar. TEMPO/ Wahyu Setiawan
Topik
Tak di KPK Lagi, Haryono Umar Jadi Guru Antikorupsi
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lengser sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Haryono Umar bergabung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pencegahan korupsi. “Tanggal 2 Januari 2012, Haryono mulai bekerja di Inspektorat Jenderal,” kata Menteri Pendidikan M. Nuh dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 29 Desember 2011.
Haryono yang diperkenalkan Nuh dalam acara “Siaran Pers Akhir Tahun 2011” ini ditugasi untuk membangun pendidikan antikorupsi. Menurut Haryono, persiapan pendidikan tersebut sudah dilaksanakan. “Modul-modul sudah hampir selesai. Dua minggu yang lalu di KPK kita sudah meresmikan Corruption Learning Centre,” katanya.
Pendidikan antikorupsi yang diberi nama pendidikan karakter bangsa ini, menurut Haryono, akan mulai dilaksanakan tahun depan. ”Mulai tahun 2012 diharapkan sudah bisa diterapkan,” kata Wakil Ketua KPK periode 2007-2011 itu. Dia menambahkan, nantinya program tersebut akan digabungkan dengan mata pendidikan yang lain dan diterapkan di sembilan tingkat pendidikan. “Ada sembilan tingkatan, dimulai dari SD,” katanya.
Pendidikan ini, menurutnya, dilakukan karena saat ini masyarakat sudah menganggap korupsi sebagai hal yang wajar. “Mereka tidak malu jika melakukan korupsi, berarti ini kan ada sesuatu yang salah,” katanya. Dia menambahkan, inti pendidikan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman pada generasi muda tentang nilai-nilai hidup yang baik. “Agar dia paham dengan nilai-nilai baik yang harus dia terapkan dalam kehidupannya sehingga nanti pada masa yang akan datang generasinya bisa menjadi generasi yang antikorupsi,” jelas Haryono.
Selain menyusun kurikulum antikorupsi, Haryono juga bertugas untuk melakukan pencegahan korupsi di kementerian tersebut. Dia berujar, “Bagaimana upaya pencegahan di kementerian ini sendiri. Karena ini kan kementerian yang sangat besar dinilai dari segi uang dan wilayah.” Upaya tersebut, menurutnya, untuk mendeteksi gejala korupsi. “Dari pencegahan itu bisa diketahui sedini mungkin, supaya kita bisa memberi tahu dan tidak sampai ada yang terjun ke jurang,” ujarnya.
NUR ALFIYAH





