Dua orang warga berjalan di wilayah yang hancur akibat Badai Topan Thane People, di Chennai, India. AP Photo/Arun Sankar K.
Topik
Topan Thane Landa India, Enam Tewas
TEMPO.CO , Chennai - Hujan dan angin kencang menghantam pantai tenggara India, Jumat malam 30 Desember 2011. Setidaknya enam orang tewas akubat tertimpa tembok dan tiang listrik yang roboh ketika topan Thane menyerang kota industri Chennai.
Dengan kecepatan angin mencapai 135 kilometer per jam dan gelombang mencapai 1,5 meter, Thane menghantam negara bagian Tamil Nadu, dekat dengan bekas kota kolonial Prancis Pondicherry, memaksa sejumlah orang di desa-desa pantai mengungsi ke lokasi yang aman di tempat-tempat penampungan.
Kekuatan topan itu melemah ketika memasuki daratan, dengan kecepatan angin 75 kilometer per jam. "Ada enam orang tewas berkaitan dengan topan itu di desa-desa berbeda di daerah ini, terutama akibat tembok roboh atau tersengat aliran listrik," kata V. Amuthavalli, pejabat distrik Cuddalore, salah satu dari daerah paling parah di Tamil Nadu.
"Prioritas kami sekarang adalah memulihkan pasokan listrik dan masalah-masalah prasarana lainnya yang telah rusak."
Thane yang bergerak dari Teluk Benggala menghantam pantai antara Cuddalore dan Pondicherry. Efek badai juga akan berdampak pada negara bagian tetangga Andhra Pradesh, tapi pada tingkat lebih rendah.
Hujan lebat diperkirakan akan berlangsung selama 12 jam dan angin kencang akan melemah menjadi sekitar 45 kilometer per jam pada akhir hari ini.
Musim topan di India biasanya berlangsung dari April sampai Desember dengan badai-badai besar sering menyebabkan puluhan orang tewas, puluhan ribu orang diungsikan dari desa-desa yang letaknya rendah, serta menghancurkan tanaman dan properti.
Pada 1999 satu "topan super" menghantam pantai negara bagian Orissa, India timur, selama 30 jam dengan kecepatan angin mencapai 300 kilometer per jam. Topan itu menewaskan 10.000 orang.
Pihak berwenang membangun tempat-tempat pengawasan darurat dan tim-tim tanggap bencana telah dikerahkan.
Menurut Sistem Koordinasi Siaga Bencana Global PBB, sekitar 1,2 juta orang tinggal di daerah yang terkena bencana itu, dengan hampir 90.000 orang di daerah-daerah yang letaknya rendah.
Para pekerja sosial di Tamil Nadu mengatakan terlalu cepat untuk menilai kerugian akan kerusakan dan apakah diperlukan bantuan darurat.
"Beberapa jalan raya dihambat oleh pohon-pohon yang tumbang akibat angin kencang. Pasokan lsitrik dan jaringan telepon juga putus di daerah-daerah yang paling parah," kata Joseph Sahayam, pejabat urusan darurat Churches Auxiliary for Social Action.
Thane juga diperkirakan akan menghancurkan tanaman padi, kacang tanah, dan jagung di Tamil Nadu dan Andhra Pradesh. Andhra Pradesh adalah penghasil terbesar jagung di India dan produsen kedua terbesar beras dan kacang tanah. Sementara Tamil Nadu bukan satu produsen penting, demikian Reuters melaporkan.
WDA | REUTERS | ANT





