foto

ecuadortimes.net

Kim Jong-Nam Dilindungi Cina

TEMPO.CO , Jakarta - Kim Jong-Nam, 40 tahun, putra mendiang Presiden Korea Utara Kim Jong-il mendapat perlindungan ketat dari pemerintah Cina. Sumber di Korea Utara mengabarkan Jong-Nam masih menjadi incaran pembunuhan keluarganya sendiri karena masih ada kontroversi mengenai pewaris tahta Jong-il. Meski demikan, Jong-Nam membantah adanya konspirasi pembunuhan atas dirinya.

Diam-diam ia pulang ke Korea Utara untuk memberi penghormatan terakhir kepada ayahnya. Jong-Nam—yang pernah dicalonkan sebagai kandidat putra mahkota Jong-il ini—menggunakan paspor dan nama palsu Kim Chol lalu terbang dari Macau, lalu Cina ke Pyongyang.

Anak tertua Jong-il selama ini tinggal di luar negeri dan kerap terlihat di Macau, Singapura, dan Beijing. Dia adalah anak Jong-il yang pernah ketahuan saat berusaha masuk ke Jepang untuk mengunjungi Disneyland menggunakan nama palsu pada 2001.

Putra pemimpin tangan besi yang dikenal playboy ini sengaja tidak menghadiri pemakaman kenegaraan pada 28 Desember 2011 untuk menghindari munculnya kontroversi kenapa bukan dirinya yang menjadi pengganti Jong-il.

Menurut sebuah laporan, saat memberi penghormatan terakhir di hadapan jenazah Jong-il, Jong-Nam berdiri di samping Kim Jong-Un, suksesor ayahnya di Korea Utara. Jong-Nam dan Jong-Un adalah saudara tiri. Pada 2009, beredar rumor bahwa orang-orang di sekitar Jong-Un berusaha untuk menghabisi nyawa Jong-Nam di Macau. Sumber di Korut mengatakan rencana pembunuhan itu gagal setelah Beijing mendengar info itu, lantas menyembunyikan Jong-Nam ke tempat yang aman.

Jong-Nam memutuskan mundur dari kancah pemilihan putra mahkota Jong-il beberapa tahun lalu. Kepada ayahnya, Jong-Nam beralasan ia tidak tertarik terjun dalam dunia. Di Macau, Jong-Nam dikenal sebagai pejudi yang gemar bermain rolet di kasino dan berhubungan dengan banyak wanita.


DAILY MAIL | NIEKE INDRIETTA