foto

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri) dan wakil gubernur Prijanto. TEMPO/ Wahyu Setiawan

Ada Apa di Balik Perpecahan Foke-Prijanto?

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo disebut kerap cekcok dengan wakilnya, Prijanto, sebelum mereka berpisah jalan. Menurut Agus Pambagio, pemerhati kebijakan publik, ia pernah melihat Foke membentak Prijanto di Balai Kota setahun lalu. “Mereka ribut soal kenaikan tarif parkir di badan jalan,” kata Agus, Rabu pekan lalu.

Menurut Agus, Foke merasa ditelikung Prijanto. Sebab, rapat pemimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyepakati kenaikan tarif. Foke bahkan sudah menyampaikan usul formulasi tarif baru ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta. Namun, ketika Fauzi Bowo melawat ke luar negeri, Prijanto melayangkan surat “susulan” ke Dewan agar tarif parkir tidak dinaikkan.

Seorang pejabat pemerintah Ibu Kota menyebut dua petinggi Jakarta ini juga terlibat pertentangan pada saat pengangkatan Direktur Utama PT Perusahaan Air Minum Jaya. Prijanto menolak keras keputusan Foke mengangkat Mauritz Napitupulu untuk memimpin perusahaan penyedia air itu.

Sengketa lain yang terbuka ke publik terjadi ketika Foke mengumumkan penerapan sistem arus lalu lintas berlawanan di jalur Trans Jakarta. Hanya berselang sehari, Prijanto mengatakan belum ada kajian dan survei tentang itu. Perbedaan pendapat dua pejabat ini terjadi juga saat terbitnya kebijakan pelebaran sungai, pembangunan rumah, pembangunan rumah susun sederhana, dan proyek kanal banjir timur.

Dikonfirmasi, Prijanto enggan menanggapi soal perseteruannya dengan Foke. “Tidak ada artinya lagi saya,” kata mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat itu. Adapun Foke menolak permohonan wawancara yang diajukan Tempo. Kepala Bidang Informasi Publik Pemerintah DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, membantah informasi soal keretakan hubungan Foke dengan Prijanto. “Semua itu tidak benar,” ujarnya.

Ada apa di balik perselisihan mereka? Simak laporan lengkapnya di majalah Tempo pekan ini.

KARTIKA CANDRA